SketsaNusantara.id - Sejumlah kritikan pedas langsung mengarah kepada Tim Serve and Rescue (SAR) yang ada Rinjani ketika tragedi jatuhnya Juliana Marins ke jurang di Gunung Rinjani.
Jatuhnya Juliana Marins ke kedalaman 600 meter dengan tebing curam sangat menyulitkan tim penyelamat hingga terkesan lambat dalam penanganan.
Meski Basarnas dengan tim gabungan SAR menyatakan menyediakan 3 helikopter untuk misi penyelamatan ini namun pada akhirnya helikopter itu hanya bisa digunakan memindahkan jenasah Juliana dari Sembalun ke RS untuk autopsi.
Sedangkan untuk mengangkat jenasah Juliana, tim penyelamat tetap harus melakukannya dengan manual.
Mengapa helikopter tak bisa dipakai? pertanyaan ini ada di benak setiap orang awam yang merasa keberatan helikopter telah sia-sia dan hal ini dijawab oleh Rahman Mukhlis sebagai ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).
"Medan Rijani khusus dari Plawangan Sembalun dari camp terakhir menuju ke puncak itu ekstrim, kerikil, berbatu dengan kecuraman yng cukup tinggi ditambah cuaca, sangat menghambat," tegas Rahman Mukhlis dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Metro TV.
"Sedangkan helikopter ketika menjangkau tebing dan mendarat ke arah sana di khawatirkan turbulensi dan itu mengakibatkan resiko,"imbuhnya.
"Ditambah juga cuaca dan angin yang buruk sehingga itu tak memungkinkan," imbuhnya lagi.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa Juliana terjatuh di jurang dengan kedalaman mencapai 600 meter dengan kondisi dinding jurang sangat curam, berpasir, dan berbatu, membuat pendekatan dengan helikopter sangat berisiko.
Ditambah tidak ada area datar yang cukup luas dan aman di dasar atau di sisi jurang yang bisa digunakan helikopter untuk mendarat atau melakukan hovering (terbang diam di satu titik) dengan stabil.
Sedangkan pada saat itu, Gunung Rinjani sering diselimuti kabut tebal, terutama di ketinggian atau saat terjadi perubahan cuaca.
Artikel Terkait
Pendaki Asal Brasil Juliana Marins Terjatuh di Jurang Gunung Rinjani, Terjebak di Kedalaman 500 Meter Proses Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem
Kronologi Evakuasi Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani, Basarnas Sempat Tunda Proses Penyelamatan
6 Fakta Insiden Pendaki Brasil Jatuh di Gunung Rinjani, Tim SAR Kesulitan Evakuasi hingga Penutupan Sementara Pendakian
Update Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Jurang Gunung Rinjani Kedalam 600 Meter Telah Meninggal Dunia
Mengenal Golden Times 72 Jam, Merujuk Peluang Hidup Krusial dalam Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani
Tim SAR Dibully Usai Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Rinjani, Analis Basarnas: Penyelamatan di Gunung Kompleks dan Berbahaya