Warganet lainnya juga ikut menyoroti penderitaan rakyat Palestina akibat konflik berkepanjangan di Gaza. Serangan Israel sejak Oktober 2023, dianggap sebagai genosida yang telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kelaparan.
Fasilitas rumah sakit jadi target sasaran tentara Israel bahkan warga di pengungsian tak bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Akses bantuan kemanusiaan tak bisa masuk ke Gaza karena akses ditutup sejak 2 Maret 2025.
Sementara Netanyahu sibuk mengeluhkan nasib keluarganya, dunia masih menyoroti tragedi kemanusiaan di Gaza.
Lebih dari 37 ribu warga Palestina tewas sejak agresi Israel yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
"Gak usah didengerin dia curhat, lupa kali dia dari dulu suka bikin rakyat Palestina sengsara. Giliran dapat lawan yang lebih kuat, dia ketar-ketir," komentar akun @ru****s.
"Bodo amat, dia mikirin keluarganya sendiri gak mikirin orang-orang di Gaza. Rakyatnya aja protes di Israel gara-gara serangan Iran bikin rumah mereka hancur, salah sendiri dia malah nyerang Iran," komentar akun @am****de.
"Dia sedih karena anaknya gagal nikah, coba pikirin ibu-ibu Palestina yang tiap hari kehilangan anak gara-gara dia juga. Rakyat Palestina gagal hidup damai, tiap hari rumah mereka digempur, banyak anak-anak jadi yatim piatu," tulis akun @kh****na.
Sebagaimana diketahui, Israel meluncurkan serangan Operation Rising Lion pada 13 Juni 2025 lalu dengan menargetkan fasilitas nuklir Iran yang mengakibatkan sejumlah petinggi serta ahli nuklir Iran tewas.
Serangan balasan dari Iran melalui Operation True Promise III yang menargetkan Tel Aviv dan menyebabkan puluhan warga Israel tewas serta fasilitas di rumah sakit rusak.
Parahnya lagi, Amerika Serikat (AS) ikut membela Israel dengan mengirimkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Hal ini seolah menjadi pernyataan "perang terbuka" hingga Iran menyerang pangkalan udara AS di Qatar.
Baca Juga: Pemerintah Evakuasi 386 WNI di Iran, Tak Semuanya Mau Pulang ke Indonesia
Konflik Iran-Israel sendiri belum menemukan titik terang. Pada hari Selasa, 24 Juni 2025, Netanyahu menyetujui usulan gencatan senjata.
Artikel Terkait
Perundingan Nuklir Iran-AS Dibatalkan Pasca Konflik Iran-Israel yang Kian Memanas
Iran Ajak Prabowo ke Teheran saat Diserang Zionis Israel, Indonesia Dinilai Bisa Jadi Penetral Dunia Internasional
Kedutaan AS Wajibkan Pemohon Visa Pelajar dan Pertukaran Cantumkan Media Sosial serta Atur Akun Jadi Publik
AS dan Israel Serang Fasilitas Nuklir di Iran, IAEA Konfirmasi Kerusakan di Esfahan, Fordow, dan Natanz
Oman Kecam Agresi Ilegal AS dan Serukan De-eskalasi untuk Hormati Hukum Internasional Terkait Serangan ke Fasilitas Nuklir
Mulai Krisis Pasokan Energi hingga Lonjakan Harga Minyak Mentah, Pengamat Analisa Akibat Iran Tutup Selat Hormuz Karena Serangan Amerika