Karena menurutnya, nikel umumnya ditemukan di batuan ultrabasa seperti laterit atau peridotit.
"Artinya, secara ilmiah, wilayah seperti Piaynemo tidak memiliki potensi nikel dan tidak mungkin untuk ditambang," ucapnya.
Tak cukup sampai di situ saja. Menurutnya, informasi yang beredar kini banyak kekeliruan yang dapat menyesatkan masyarakat.
"Narasi menyesatkan bisa merusak kepercayaan publik dan dimanfaatkan pihak tertentu untuk agenda lain, termasuk narasi separatis untuk 'memerdekakan Papua',"
"Isu lingkungan tetap penting, tapi harus disampaikan dengan jujur. Mari kita kawal dan lindungi Raja Ampat dengan menyebarkan fakta, bukan narasi menyesatkan dan manipulasi," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Nelayan di Pulau Gag Dukung Pertambangan Nikel Tetap Dilanjutkan, Sampaikan Tidak Ada Kerusakan Lingkungan dan Hasil Tangkapan Aman
Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat jadi Ancaman Serius, Kementerian Lingkungan Hidup Lakukan Pengawasan secara Ketat
Bela PT Gag? Pernyataan Ketua PBNU Gus Fahrur Soal Tambang Nikel di Raja Ampat Panen Hujatan, Netizen: Kyai Kok Masih Memperkaya Diri
Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Keuskupan Katolik di Timika Ikut Bersuara
4 Artis Tanah Air yang Desak Kementerian ESDM Hentikan Penambangan Nikel di Raja Ampat, Ada Nadine Chandrawinata