SketsaNusantara.id - Nama Ahmad Fahrur Rozi baru-baru ini ramai diperbincangkan, bersamaan dengan polemik tambang nikel di Raja Ampat.
Hal ini karena terungkapnya fakta bahwa Ahmad Fahrur Rozi menduduki jabatan sebagai Dewan Komisaris PT Gag Nikel.
Sebelumnya, Ahmad Fahrur Rozi merupakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Selain Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi juga menjadi Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Jabatannya sebagai Dewan Komisaris PT Gag Nikel membuatnya juga turut buka suara atas polemik tambang nikel tersebut.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ahmad Fahrur Rozi mengatakan bahwa foto-foto kondisi Raja Ampat yang viral di media sosial adalah hasil editan dari AI.
"Belakangan ini viral kampanye #SaveRaja Ampat dari Greenpeace yang menampilkan keindahan Piaynemo berdampingan dengan foto dan video tambang nikel di Pulau Gag,"
"Selain itu, banyak foto hasil editan Al juga beredar luas. Akibat narasi ini, banyak yang mengira lokasi tambang berada di kawasan wisata," tulisnya, dikutip dari akun Instagram @gus_fahrur.
Dikatakan Fahrur bahwa menurutnya fakta yang sebenarnya yaitu aktivitas tambang berada di Pulau Gag yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Piaynemo.
"Pulau Gag bukanlah destinasi wisata, melainkan wilayah dengan izin usaha pertambangan resmi yang dikelola oleh PT GAG Nikel. Izin eksplorasi di pulau ini telah berlaku sejak 1998, dan ditetapkan sebagai IUP (Izin Usaha Pertambangan) sejak 2017," katanya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa batuan di Piaynemo tidak mengandung nikel, melainkan batu gamping.
Artikel Terkait
Nelayan di Pulau Gag Dukung Pertambangan Nikel Tetap Dilanjutkan, Sampaikan Tidak Ada Kerusakan Lingkungan dan Hasil Tangkapan Aman
Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat jadi Ancaman Serius, Kementerian Lingkungan Hidup Lakukan Pengawasan secara Ketat
Bela PT Gag? Pernyataan Ketua PBNU Gus Fahrur Soal Tambang Nikel di Raja Ampat Panen Hujatan, Netizen: Kyai Kok Masih Memperkaya Diri
Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Keuskupan Katolik di Timika Ikut Bersuara
4 Artis Tanah Air yang Desak Kementerian ESDM Hentikan Penambangan Nikel di Raja Ampat, Ada Nadine Chandrawinata