Minggu, 19 Juli 2026

Ketua PBNU Sekaligus Dewan Komisaris PT Gag Nikel Sebut Foto Kondisi Raja Ampat Adalah Hasil Editan AI, Singgung Soal Narasi Menyesatkan

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 Juni 2025 | 16:30 WIB
Gus Fahrur Rozi, ketua PBNU juga Komisaris PT GAG Nikel Raja Ampat (@gus_fahrur)
Gus Fahrur Rozi, ketua PBNU juga Komisaris PT GAG Nikel Raja Ampat (@gus_fahrur)

SketsaNusantara.id - Nama Ahmad Fahrur Rozi baru-baru ini ramai diperbincangkan, bersamaan dengan polemik tambang nikel di Raja Ampat.

Hal ini karena terungkapnya fakta bahwa Ahmad Fahrur Rozi menduduki jabatan sebagai Dewan Komisaris PT Gag Nikel.

Sebelumnya, Ahmad Fahrur Rozi merupakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Baca Juga: 5 Pernyataan Istana soal Pertambangan Nikel di Raja Ampat, Pemerintah Resmi Cabut IUP 4 Perusahaan Kecuali PT GAG Nikel, Ini Alasannya

Selain Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi juga menjadi Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Jabatannya sebagai Dewan Komisaris PT Gag Nikel membuatnya juga turut buka suara atas polemik tambang nikel tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ahmad Fahrur Rozi mengatakan bahwa foto-foto kondisi Raja Ampat yang viral di media sosial adalah hasil editan dari AI.

Baca Juga: Profil 4 Komisaris PT Gag Nikel Pemilik Izin Tambang di Raja Ampat, Ada Ulama NU, Anak Buah Bahlil Lahadalia hingga Pensiunan TNI

"Belakangan ini viral kampanye #SaveRaja Ampat dari Greenpeace yang menampilkan keindahan Piaynemo berdampingan dengan foto dan video tambang nikel di Pulau Gag,"

"Selain itu, banyak foto hasil editan Al juga beredar luas. Akibat narasi ini, banyak yang mengira lokasi tambang berada di kawasan wisata," tulisnya, dikutip dari akun Instagram @gus_fahrur.

Dikatakan Fahrur bahwa menurutnya fakta yang sebenarnya yaitu aktivitas tambang berada di Pulau Gag yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Piaynemo.

Baca Juga: 4 Komisaris PT Gag Pemilik Izin Tambang Nikel di Raja Ampat, Ada Ulama Beristri Dua, Pensiunan Jenderal hingga Anak Buah Bahlil Lahadalia

"Pulau Gag bukanlah destinasi wisata, melainkan wilayah dengan izin usaha pertambangan resmi yang dikelola oleh PT GAG Nikel. Izin eksplorasi di pulau ini telah berlaku sejak 1998, dan ditetapkan sebagai IUP (Izin Usaha Pertambangan) sejak 2017," katanya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa batuan di Piaynemo tidak mengandung nikel, melainkan batu gamping.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @gus_fahrur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X