SketsaNusantara.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang merumuskan langkah hukum untuk melindungi warisan budaya khas Betawi, ondel-ondel, dari pemanfaatan yang dianggap tidak tepat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan akan mendorong pembentukan undang-undang khusus untuk memperkuat pelestarian ondel-ondel sebagai bagian dari identitas budaya Ibu Kota.
Rencana itu disampaikan Pramono dalam acara seremonial kesepakatan bersama pelestarian Budaya Betawi yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Mei 2025.
Baca Juga: Pramono Anung Tebus 371 Ijazah Siswa, Wujud Komitmen Pendidikan yang Inklusif
Dari Jalanan ke Panggung Budaya
Menurut Pramono, ondel-ondel tidak seharusnya digunakan untuk mengamen di jalanan, karena hal itu merendahkan nilai seni dan budaya yang terkandung di dalamnya.
"Sekarang ini saya akan meminta undang-undang bukan untuk di jalanan. Tapi merupakan bagian dari budaya utama Betawi," tegasnya.
Pramono menilai, sebagai warisan budaya yang dinamis, ondel-ondel perlu diberikan ruang yang layak agar bisa tetap berkembang dengan bermartabat.
Ia mengakui bahwa selama ini masih banyak masyarakat yang menjadikan ondel-ondel sebagai sarana mencari nafkah dengan cara mengamen di pinggir jalan.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya soal pilihan individu, melainkan karena kurangnya dukungan dan perhatian pemerintah terhadap para pelaku seni.
"Saya termasuk yang kemudian memesankan supaya, mohon maaf, ondel-ondel tidak digunakan untuk mengamen, tetapi betul-betul dirawat dengan baik," kata Pramono.
Dorongan Keterlibatan dalam Acara Resmi
Pramono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk ikut serta dalam upaya pelestarian ondel-ondel dengan melibatkan para senimannya dalam berbagai acara resmi. Ia berpendapat bahwa semakin banyak ruang tampil yang tersedia, maka akan semakin kecil kemungkinan ondel-ondel turun ke jalan.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan regulasi khusus yang mampu menempatkan ondel-ondel dalam posisi yang lebih terhormat sebagai simbol budaya Betawi.
Artikel Terkait
Sahabat Sejak Lama, Anies Baswedan Beberkan Kisah Masa Lalu Bareng Pramono Anung, Inikah Alasannya Dukung Paslon Pramono-Rano di Pilgub Jakarta?
Tiru Negara-Negara di Eropa, Wacana Pramono Anung dan Rano Karno Terapkan Program Kerja 4 Hari Seminggu di Jakarta Tuai Pro Kontra
Pramono Anung Nyatakan Penganut Monogami dan Revisi Pergub Poligami, LBH APIK: Itu Male Centric
Pramono Anung Menangis Ingat Masa Lalu, Kisah Hidupnya Ternyata Mirip Film 1 Kakak 7 Ponakan
Pramono Anung Hadir Retreat di Akmil Magelang Hari Keempat, Ini Dia Alasannya hingga Telat 3 Hari