Pembangunan patung ini merupakan hasil kerja sama antara warga Desa Cipaat dan perangkat desa.
Proses pembangunan Rajawali dimulai dengan pembuatan fondasi hingga proses finishing penyelesaian patung yang memakan waktu 3 bulan dengan bantuan gotong royong warga.
Semangat kebersamaan ini merupakan komitmen kepala desa dengan dibantu warga untuk saling bahu membahu membangun ikon Desa Cisaat yang bisa mengembangkan potensi wisata lokal.
3. Anggaran Dana Rp180 Juta
Hal yang membuat takjub adalah anggaran pembuatan patung Rajawali ini hanya menelan biaya sekitar Rp180 juta.
Sebagian besar dana, sekitar Rp100 juta, berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) tahun 2025, sementara sisanya merupakan kontribusi pribadi dari Kepala Desa Cipaat.
Penggunaan dana ini dinilai efektif dan tepat sasaran karena bukan hanya untuk pembuatan patung, tetapi juga mencakup pembangunan pagar dan penanaman bonsai di sekitarnya.
4. Karya Seniman Lokal Pertama Kali Dibuat Warga Desa Cipaat
Patung yang diberi nama Monumen Rajawali Sakti ini digarap oleh Supadi, seniman lokal yang warga Desa Cipaat yang juga merupakan seorang Kepala Madrasah Ibtidaiyah.
Supadi mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya membuat karya berukuran besar, karena sebelumnya ia hanya mengerjakan patung-patung kecil untuk dekorasi rumah.
Meski begitu, Supadi berhasil menyelesaikannya dalam waktu tiga bulan dengan bantuan warga setempat.
Hasilnya pun sangat memuaskan, bahkan dinilai warganet lebih bagus dari patung yang menelan dana milyaran rupiah.
Artikel Terkait
Lebih Tinggi dari Liberty, Patung Garuda Wisnu Kencana Juga Ternyata Lebih Mahal? Mahakarya Indonesia
Seniman Fenomenal Nyoman Rudana: Penggagas Monumen 'Ground Zero', Mengenang 21 Tahun Tragedi Bom Bali
Situs Condrogeni: Monumen Mistis Purbakala dengan Bentuk Tubuh Gemuk yang Unik, Sebagai Penunggu Lembah Gunung Wilis?
Kisah Persahabatan M Sroedji dan dr. Soebandi dalam Patung di Jalan Hayam Wuruk, 2 Pahlawan Jember yang Dibantai Belanda
Kisah Tersembunyi 'Monumen Gerbong Maut Bondowoso', Sisakan Kepedihan, Para Pejuang Disekap dengan Kondisi yang Tak Disangka...
Banjir Pujian! Inilah Rejo Arianto, Sosok di Balik Pembuatan Tugu Biawak Wonosobo dari Dana Patungan Warga, Karyanya Didaftarkan HAKI oleh Kemenkumham