SketsaNusantara.id - Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) diresmikan pada Sabtu malam, 22 September 2018, di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Karya seni monumental ini terbuat dari tembaga dan kuningan, ditopang oleh 21.000 batang baja seberat 2.000 ton dan diperkuat dengan 170.000 baut.
Sebagai perbandingan, Patung Liberty memiliki ketinggian 93 meter, sementara GWK mencapai 121 meter.
Baca Juga: Menjelajah Sejarah dan Keindahan Jam Gadang di Bukittinggi, Apakah Sama Dengan Big Ben di London?
Melansir dari kanal YouTube KOALA, dengan tinggi tersebut, GWK menjadi patung tertinggi kedua di dunia, di bawah The Spring Temple Buddha di China yang setinggi 128 meter, dan di atas The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar yang mencapai 116 meter (atau 130 meter jika dihitung dari dasarnya).
Namun, bukan hanya tinggi yang membuat GWK istimewa.
Patung ini menjadi simbol kemampuan Indonesia dalam melahirkan karya monumental baru, menyusul keagungan Candi Borobudur dan Candi Prambanan dari masa lalu.
Baca Juga: Senggol Bacok! Inilah Gambaran Jika Kita Hidup Pada Masa Kerajaan Majapahit
Patung Garuda Wisnu Kencana menampilkan Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda, yang dalam agama Hindu merupakan Dewa Pemelihara (Sthiti).
Dibuat oleh seniman Nyoman Nuarta, patung ini menggabungkan seni tinggi dengan teknologi canggih.
Proses pembuatannya mencakup berbagai uji coba seperti tes ketahanan angin di Australia (Windtech) dan Kanada (RDWI), serta tes rongga dan tanah secara berkala.
Dengan perpaduan itu, patung GWK ini akan mampu bertahan selama kurang lebih 100 tahun dan akan tetap menjadi karya peradaban yang dibicarakan, yang menjadi kebanggaan bangsa dan menjadi warisan kebudayaan bangsa Indonesia.
Proses pembangunan patung ini memakan waktu 28 tahun dan melibatkan sekitar 1.000 pekerja di Bandung dan Bali.
Artikel Terkait
5 Rekomendasi Wisata Baru dan Viral di Bogor, Banyak Pemandangan yang Instragramable
Tradisi Unik Suku Mentawai di Sumatera Barat, Gigi Runcing Sebagai Sebuah Simbol Kecantikan Wanita?
Mengenal Rambu Solo, Upacara Pemakaman Megah dengan Tradisi dan Biaya Tinggi di Tana Toraja
Nikmati Gunung Sekitaran Bromo dari Cafe di Probolinggo Ini: Free Biaya Masuk, Cocok untuk Nongkrong Saat Liburan
Cabin dan Resto Spot Liburan Baru Sekitar Gunung Bromo Via Probolinggo, Dijamin Bikin Betah