Sketsa Nusantara.id - Kerajaan Majapahit merupakan sebuah kerajaan besar yang pernah berdiri di wilayah Nusantara.
Dibawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan dibantu dengan Patih Gajah Mada, konon Kerajaan Majapahit berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara, Tumasik dan Brunei.
Pernahkah kamu bayangkan jika seandainya hidup di zaman Majapahit?? Tentu tak bisa membayangkan bukan?? Namun sebagai anak negeri kita boleh saja membayangkan bagaimana seandainya hidup pada zaman kerajaan itu.
Baca Juga: Letaknya di Lereng Gunung, Telaga di Magetan ini Tak Pernah Sepi Pengunjung
Sebab terdapat catatan yang ditulis Ma Huang, seorang pengawal Cheng Ho yang menyebutkan bagaimana kehidupan masyarakat pada masa Majapahit seperti yang dilansir dari Sketsa Nusantara.id dikutip dari kanal YouTube Asli Mojokerto.
Inilah beberapa catatan Ma Huang yang ditulis pada 1440 Masehi yang menyebutkan kehidupan masyarakat Majapahit menurut catatan sejarah.
• Rumah tanpa bangku dan tempat tidur
Berdasarkan catatan perjalanan orang-orang Tiongkok di Nusantara, masyarakat Majapahit rupanya tak memiliki bangku atau tempat dirumahnya.
Rumah-rumah penduduk di alasi jerami dan dilengkapi dengan ruang penyimpanan untuk ! menyimpan barang-barang dan mereka akan duduk dan berkumpul diatas penyimpanan itu.
Baca Juga: Mengenal Rambu Solo, Upacara Pemakaman Megah dengan Tradisi dan Biaya Tinggi di Tana Toraja
Dalam bukunya Peradaban Jawa, arkeolog Supratikno Rahardjo menyebutkan bahwa dari Mataram kuno hingga Majapahit akhir, masyarakat Majapahit menggunakan patung tokoh perempuan yang terbuat dari tanah liat sebagai hiasan dekorasi rumah mereka.
Namun untuk kalangan pejabat, mereka memiliki rumah yang berbeda jauh dengan rakyat biasa dimana rumah mereka boleh memiliki paviliun dan berukir serta lantai yang ditinggikan.
• Mengunyah pinang
Rupanya pada zaman dahulu, baik pria ataupun wanita memiliki kebiasaan mengunyah pinang yang dicampur dengan daun sirih dan jeruk nipis kemudian dikunyah.
Artikel Terkait
4 Fakta Gatokaca Superhero Asli Nusantara, Ternyata Inilah Awal Sebutan Otot Kawat Balung Wesi
Nyaris Punah Ditelan Zaman, Beginilah Ritual Tradisional Jawa Menjaga dan Merawat Bumi
Hewan Santapan Khusus Para Raja Jawa Kuno Ini Dikebiri Sebelum Disantap, Salah Satunya Hewan Bermoncong Ini
Penuh Filosofi, Asal Usul Sate Klathak Hingga Jadi Makanan Khas Bantul Yogyakarta, Bukan Sekedar Kuliner Biasa
Penasaran Gak Sih? Gak Nyangka, Ini Alasan Warga Sunda Jatuh Cinta Sama Kuliner Gurih dan Pedas
Tradisi Cari Berkah dari Dalang Sakti di Pati: Kisah Dalang Soponyono dan Nyai Sabirah Hingga Larangan Jualan Nasi