Padahal, pemahaman terhadap risiko dan proteksi keuangan sangat penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
Sebagai holding BUMN di sektor asuransi dan penjaminan, IFG menekankan pentingnya customer centricity dan perlindungan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program literasi yang dilakukan IFG pun diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang yang berdampak.
“Melalui IFG Progress, kami akan terus memperluas jangkauan literasi keuangan agar generasi muda Indonesia dapat tumbuh sebagai individu yang cakap finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” tutup Denny.
Dengan beragam tantangan ekonomi digital, risiko investasi bodong, dan informasi yang membanjiri media sosial, pemahaman yang benar menjadi kunci. IFG berharap langkah mereka menjadi pemantik kesadaran lebih luas, bahwa menjadi pintar finansial bukan sekadar bisa menabung atau berinvestasi, tapi juga siap menghadapi risiko dengan proteksi yang tepat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
8 September Memperingati Apa? Selain Hari Aksara atau Literasi Internasional, Masih Ada 2 Peringatan Lain, Apa Saja?
Refleksi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2024: Guru sebagai Pembiasa Tradisi Literasi
Terbiasa Menulis Buku dan Opini, Guru PAI SMAN 1 Jombang Ini Dinobatkan Sebagai Guru Teladan Literasi Tingkat Provinsi
Gibran Disebut Miskin Literasi Usai Berikan Sambutan di Acara Fatayat NU 2024, Maklum Produk Luar Negeri
Mengenang 15 Tahun Wafatnya KH Abdurrahman Wahid: Gus Dur dan Tradisi Literasi