Kamis, 4 Juni 2026

IFG Ungkap Rendahnya Literasi Asuransi Mahasiswa di 13 Kampus: Paham Investasi, Lupa Perlindungan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 7 Mei 2025 | 13:36 WIB
Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (Dok. IFG)
Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (Dok. IFG)

SketsaNusantara.id - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya mendukung kecerdasan finansial masyarakat, khususnya generasi muda.

IFG melalui IFG Progress menyelenggarakan program literasi keuangan bertajuk Campus Visit di 13 universitas ternama di Indonesia.

Program ini menjangkau sekitar 1.500 mahasiswa dengan fokus pada pemahaman manajemen keuangan pribadi dan risiko keuangan di era digital.

“Mahasiswa sebagai generasi muda ini harus paham bagaimana caranya mengelola uang beserta dengan risiko-risikonya, apalagi sekarang ini marak instrumen keuangan digital,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.

Baca Juga: Pengurus Baru LTN MWCNU Diwek Siap Tradisikan Literasi di Kalangan Sekolah dan Pesantren

“IFG selalu berkomitmen untuk menjadi bagian dalam membantu OJK melakukan literasi keuangan pada generasi muda ini,” tambahnya.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 dari OJK dan BPS, tingkat literasi keuangan usia 18–25 tahun sudah cukup tinggi di angka 70,19 persen.

Namun, hasil survei internal IFG Progress menunjukkan cerita yang berbeda.

Selama 2022–2023, IFG Progress melakukan Insurance Literacy Survey terhadap 1.263 responden mahasiswa dari sembilan universitas di berbagai wilayah Indonesia.

Hasilnya cukup mengejutkan: hanya 33% yang tahu tentang produk asuransi, dan hanya 8% yang memilikinya.

Baca Juga: Kepala OJK Jember Sebut Literasi Keuangan yang Terstruktur Bisa Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Angka ini cukup kontras jika dibandingkan dengan pengetahuan mereka terhadap produk keuangan lain seperti tabungan, emas, saham, reksa dana, hingga obligasi.

Sebagian besar mahasiswa sudah akrab dan bahkan memiliki produk-produk konvensional tersebut.

Kesenjangan pemahaman ini menunjukkan bahwa sektor keuangan non-bank seperti asuransi dan penjaminan masih belum menjadi prioritas bagi kalangan muda.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X