Minggu, 19 Juli 2026

Pertahankan UMKM Olahan Mamin, Suyanto: BRI Langkah Solutif Dukung Kami

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Jumat, 25 April 2025 | 11:30 WIB
Suyanto sedang membuat makanan berbahan pisang untuk dijadikan selai pisang. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Suyanto sedang membuat makanan berbahan pisang untuk dijadikan selai pisang. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

“Mereka itu suami istri. Waktu itu suaminya mengantar istri untuk membeli produk saya yang akan dijadikan oleh-oleh khas Jombang dan untuk kebutuhan pameran BRI di Surabaya. Kebetulan, suami tersebut adalah Kepala Unit BRI Wonosalam, namanya Pak Jhonson,” terang Yanto.

Baca Juga: Rasakan Kemudahan Pendanaan BRI, Omset Pedagang Kuliner di Jombang Ini Terus Alami Peningkatan

Gayung pun bersambut. Setelah melalui obrolan mengenai Asri Food, nama produk olahan maminnya, Yanto langsung merespon atas tawaran yang disampaikan konsumen tersebut.

Diceritakan, Pak Johnson mengungkapkan kalau UMKM miliknya secara administrasi sudah sesuai standar untuk menerima kredit yang layak dari perbankan.

“Disamping itu, mungkin beliau juga sudah membuktikan langsung kualitas olahan Asri Food ini. Mulai dari produksi, pengemasan, hingga siap dijual,” kenang Yanto.

Yanto mengatakan, saat meminjam BRI pada Desember tahun 2020, ia menerima pinjaman kredit sebesar Rp 50 juta. Pinjaman tersebut oleh Yanto benar-benar diterapkan untuk kebutuhannya dalam produksi. “Seperti pembelian alat produksi, pembelian bahan baku, dan perbaikan toko,” katanya.

Baca Juga: Dukung ke Pasar Internasional, BRI Support Pendanaan Produksi Manik-manik Jombang

Yanto mengkalkulasi, bunga bank yang harus dibayar terbilang rendah. Sebab, pinjaman tersebut adalah program KUR (kredit usaha rakyat). Selain bunga bank yang harus dibayar secara berangsur, ia harus melunasi pokok pinjaman selama 36 bulan.

Terkait perkembangan usaha, ia mengaku berangsur ada perkembangan UMKM nya. Dia mengukur melalui berbagai varian hasil produksi yang dipajang di toko. Dengan demikian, dapat meminimalisir pembeli yang kembali tanpa mendapat barang setelah berkunjung ke tokonya.

“Kalau stok barang di toko lebih banyak, kita bisa melayani permintaan konsumen sewaktu-waktu. Minimal mereka tidak kembali tanpa membeli. Pilihan barang yang saya sediakan bervariasi. Ini dapat meningkatkan daya beli konsumen,” jelasnya.

Produk olahan yang dikembangkan Yanto terus bertambah. Kini, ia menambah produk olahan selai pisang, bolen pisang, dan permen tape.

Baca Juga: Kembangkan Pinjaman BRI, Sawah Milik Petani di Jombang Ini Terus Bertambah

Efek lain dari penambahan modal BRI yang dikelola Yanto bersama istrinya adalah pekerja. Sebelumnya, Yanto hanya menjadi “pemain tunggal” dalam mengelola produk UMKM nya. Kini ia mampu mempekerjakan 3 orang. “Dulu mulai dari mencari bahan baku, memproduksi, pengemasan, pemasaran saya kerjakan sendiri bersama istri. Sekarang sudah ada 3 karyawan yang bekerja di sini,” katanya.

Omset yang sebelumnya hanya berkisar Rp 2 – 3 juta per bulan, juga berangsur naik. Kini, omsetnya per bulan tembus di angka rata-rata Rp 7 – 10 juta.

Dirasa ada perkembangan usaha dengan dukungan KUR BRI, tanpa berpikir banyak Yanto mengajukan kredit kembali. Itu setelah kredit yang pertama berhasil diselesaikan. “Kredit pendanaan kedua dari BRI yang saya terima 70 juta rupiah,” ungkap dia.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X