SketsaNusantara.id - Di sebuah hutan sunyi dalam jagat pewayangan Ramayana, suara jeritan pilu memecah keheningan.
Ada sebuah tanda bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi. Namun belum ada yang tahu, bahwa jeritan itu akan memicu peristiwa yang menggetarkan semesta wayang kulit.
Seekor burung perkasa melesat di langit. Bukan burung biasa. Sosoknya megah, penuh wibawa yang akan mengukir kisah pengorbanan dalam naskah agung Ramayana.
Jatayu, namanya. Seekor burung garuda sakti yang bisa bicara layaknya manusia.
Kisah ini dirangkum SketsaNusantara.id dari salah satu babak pewayangan Ramayana, yang juga terdapat di versi India dan Jawa.
Jatayu bukan sekadar makhluk bersayap, tapi juga sahabat lama Prabu Dasarata, ayahanda Sri Rama dari Kerajaan Ayodya. Kedekatan mereka bukan main-main, sebab Jatayu dikenal setia pada kebenaran dan keadilan.
Suatu hari, saat Jatayu sedang mengudara melintasi rimba, ia mendengar jeritan seorang wanita.
Jeritan itu menyebut-nyebut nama Rama Wijaya, putra dari Ayodya. Ia pun segera menyadari bahwa wanita itu pasti menantu sahabatnya, Prabu Dasarata.
Sosok yang sedang diculik itu tak lain adalah Dewi Sinta, istri dari Sri Rama.
Tanpa pikir panjang, Jatayu melesat ke arah suara. Di angkasa, ia melihat Dewi Sinta digenggam kuat oleh sosok mengerikan, Prabu Dasamuka, lebih dikenal sebagai Rahwana, penguasa Kerajaan Alengka.
Maka dimulailah duel dahsyat di langit antara makhluk bersayap melawan raja raksasa berkepala sepuluh.
Artikel Terkait
3 Duet Maut di Wayang Kulit Jawa, Anak-Anak Pandawa Paling Sakti dan Kompak di Babak Perang Kembang
Karakter Tragis dalam Wayang Kulit, Kisah Sang Ksatria yang Terjebak Antara Kesetiaan dan Identitas Asli
Lakon Wayang Sunan Kalijaga yang Paling Diminati saat Dakwah Islam di Tanah Jawa, Sarat Makna dan Pesan Spiritual
Mirip Syekh Siti Jenar, Tokoh Wayang ini Asli Jawa dan Hanya di Yogyakarta: Sakti Tanpa Tanding dan Menolak Kehidupan Duniawi
9 Warisan Wali Songo yang Membuat Wayang Kulit Makin Canggih sebagai Alat Dakwah Islam