Kamis, 4 Juni 2026

Bukan Garuda Biasa, Ini Kisah Menyayat Hati Seekor Burung Sakti yang Bisa Bicara dan Gugur karena Menantang Rahwana

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 April 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi, garuda Jatayu yang gugur karena melawan Rahwana. (Pexels/Try Putro Utomo)
Ilustrasi, garuda Jatayu yang gugur karena melawan Rahwana. (Pexels/Try Putro Utomo)

Meski tua, Jatayu mengerahkan seluruh kesaktiannya. Ia mencakar, menyambar, dan menggempur Rahwana dengan amarah yang membara.

Ia bertarung bukan hanya demi Dewi Sinta, tapi juga demi kehormatan sahabatnya dan nilai-nilai kebenaran yang ia junjung tinggi.

Baca Juga: Wisata Gua Kiskendo Yogyakarta: 9 Titik Tempat Pertapaan Legendaris, Pernah Dikenal Sebagai Tempat Pertempuran Raksasa Zaman Ramayana

Namun, kekuatan Rahwana terlalu besar. Dengan satu tebasan pedang, sayap Jatayu ditebas hingga robek. Tubuhnya terjungkal dari langit, jatuh menghantam tanah dengan keras. Darah mengalir dari luka di tubuhnya, membasahi bumi tempat ia berjuang.

Beberapa waktu kemudian, Sri Rama dan adiknya, Laksmana, menelusuri hutan demi mencari jejak Dewi Sinta. Mereka menemukan bercak darah yang memanjang, hingga akhirnya melihat seekor burung besar terkapar, kehilangan sayapnya.

Dengan suara lemah, burung itu memperkenalkan dirinya sebagai sahabat ayah Sri  Rama.

Jatayu pun menceritakan semuanya, tentang bagaimana ia melihat penculikan itu, dan bagaimana ia mencoba menggagalkannya.

Ia meminta maaf karena gagal menjalankan tugasnya. Sri Rama, yang mendengar itu, tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Matanya basah. Ia membungkuk hormat di hadapan Jatayu, sebagai bentuk penghargaan terakhir untuk sang pejuang langit.

Tak lama kemudian, Jatayu menghembuskan napas terakhir. Sri Rama dan Laksmana, dengan segala penghormatan, melakukan upacara pembakaran jenazah sederhana untuk Jatayu.

Sebagai titisan Dewa Wisnu, Sri Rama sendiri yang memercikkan tirta atau air suci, agar jiwa Jatayu memperoleh ketenangan abadi.

Kisah Jatayu adalah babak menyayat dalam epos Ramayana. Ia menunjukkan bahwa keberanian tak selalu berakhir dengan kemenangan, tetapi pengorbanan demi kebenaran akan selalu abadi dalam ingatan.

Jatayu mungkin kalah secara fisik, tapi ia menang secara moral. Ia adalah simbol pengabdian, kesetiaan, dan keberanian yang tak tergoyahkan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X