Syarifah Fatimah binti Abdullah Al Anggawi memiliki julukan Buyut Melas atau Bujuk Melas yang memiliki sejarah sendiri.
Dimana buyut berarti nenek moyang dan melas berarti sedih, dan sejarah mengapa ia diberi julukan Buyut Melas masih belum terungkap dengan pasti hingga saat ini.
Sosok Buyut Melas
Buyut Melas digambarkan sebagai wanita cantik yang berparas Arab, taat beribadah serta gigih menjaga syariat Islam, ia juga dikenal sebagai sosok yang patuh pada suaminya.
Baca Juga: Ternyata Begini Kondisi Pasar Terjauh di Kota Jember, Banyak Bangunan yang Rusak?
Sebab itulah ketika Pangeran Sumenep jatuh cinta padanya ia lebih memilih meminta izin pada suaminya untuk membiarkan ia pergi dari rumah. Untuk menghindari masalah, akhirnya ia diizinkan pergi dengan ditemani oleh 7 santrinya dengan satu syarat ia harus tinggal di tengah hutan.
Itulah sebabnya ketika akhirnya makamnya ditemukan, makam tersebut ditemukan jauh di tengah hutan disebuah kawasan yang masuk hutan Silo, Jember.
Nasab Buyut Melas
Sedangkan nasab Buyut Melas sendiri menurut sejarah ada 2 versi, dimana salah satu versi menyebutkan bahwa Buyut Melas disebut terhubung hingga ke Sayyidina Hasan bin Fatimah binti Muhammad SAW.
Sedangkan versi kedua menyatakan bahwa Buyut Melas adalah putri dari Bujuk Korseh Parebbaan Ganding Sumenep.
Lahirnya kyai-kyai besar di Jawa Timur
Buyut Melas dikenal sebagai sosok penting di Jawa Timur sebab dilihat dari silsilahnya maka ia merupakan nenek moyang para Kyai di Jawa Timur.
Buyut Melas merupakan istri dari Sayyid Abdul Akhir dari Sumenep, Madura tersebut, dari rahimnya lah lahir Kiai Abdul Qorib dan Kiai Harun.
Artikel Terkait
Libur Lebaran Ketupat Jumlah Kunjungan Wisata ke Pantai Papuma Jember Menurun, Ada Apa?
Jadi Objek Wisata Religi Ternama, Inilah 4 Makam Wali di Jember Provinsi Jawa Timur, Jarang Sepi Peziarah
Jadwal Final Red Sparks vs Pink Spiders di Liga Voli Korea 2025: Megawati Hangestri dari Jember Siap Cetak Sejarah Baru
9 Kyai NU Dilahirkan Wali Asal Jember: Tokoh-Tokoh Keturunan KH Muhammad Shiddiq Panutan Masyarakat Nahdlatul Ulama di Jawa
Presiden Prabowo Berencana Dirikan Koperasi Desa, Bupati Jember Gus Fawait Siap Dukung Program Kedaulatan Pangan
Open House di Pendopo, Bupati Jember Gus Fawait: Mari Saling Memaafkan