Sabtu, 18 Juli 2026

Bupati Jember Gus Fawait Sampaikan Inovasi Pertanian saat Gelar Panen Raya Padi di Kecamatan Wuluhan

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Senin, 7 April 2025 | 17:32 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat memanen padi. (Diskomnfo Jember)
Bupati Jember Gus Fawait saat memanen padi. (Diskomnfo Jember)

SketsaNusantara.id - Panas terik matahari siang ini, tak menyulutkan semangat Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajaran Forkopimda Jember menggelar panen raya padi di Lojejer, Wuluhan, pada Senin,  7 April 2025 siang.

Bupati Jember Gus Fawait didampingi salah seorang petani tampak lihai mengendarai alat berat untuk memanen padi, combine harvester namanya.

Tak hanya itu, jajaran forkopimda juga memanen padi secara manual dengan menggunakan celurit.

Baca Juga: Dewi Persik Mudik ke Jember, Bupati Gus Fawait Ajak Cicipi Duren hingga Minta Anak Muda Angkat Potensi Daerah

Gus Fawait menerangkan, bahwa Jember menjadi salah satu kabupaten dengan produksi padi yang cukup melimpah dan menjadi lumbung padi di Jawa Timur bahkan Indonesia.

"Jember perlu menjadi lumbung pangan yang lebih besar lagi, dengan begitu dapat membantu Indonesia menjadi lumbung padi dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Fawait menyatakan bahwa salah satu cara membuat Jember menjadi lumbung pangan yang lebih baik lagi adalah dengan menyejahterakan petani.

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Jember Gus Fawait Segera Sediakan Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak di Setiap Puskesmas

Misalnya, dengan melancarkan distribusi pupuk, menyediakan alat dan mesin pertanian yang mumpuni, sehingga memudahkan para petani hingga menjaga stabilitas harga jual setelah panen.

Tak hanya itu, pihaknya juga bakal bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyukseskan hal itu.

“Misalnya, menjaga stabilitas penyaluran pupuk dengan pihak berwenang,” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Fokuskan RPJMD pada Pengentasan Kemiskinan: APBD Kita Bisa Difokuskan ke Program Kemasyarakatan

"Termasuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki prodi pertanian," terangnya.

Jadi, baik SDM maupun varietas pertanian sama-sama dikembangkan.***

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X