Berawal dari situ pangsa pasar saya mulai dilirik pembeli dari mancanegara. Pembeli dari luar negeri adalah dari China, Amerika, Jepang, dan Afrika. Pembeli-pembeli tersebut masih berlanjut hingga sekarang.
Diakui Suloso, jenis manik-manik yang ada di desanya memang menjadi favorit pembeli mancanegara. Bahkan, setelah mengetahui asal produksi manik-manik, mereka langsung datang ke tempatnya langsung.
“Saya punya pelanggan dari Afrika yang rutin datang ke rumah produksi yang saya kelola. Permintaan manik-manik dari Afrika memang pengerjaannya terbilang sulit. Tapi saya bisa melayani pembeli dari Afrika ini,” ujar Suloso.
Berbeda dengan pembeli lainnya yang juga dari luar negeri, mereka biasanya berkomunikasi secara online.
Baca Juga: Program Klasterku Hidupku, Bentuk Dukungan BRI Terhadap Pelaku Usaha Berbagai Jenis Kategori
Diakui Suloso, pendanaan BRI untuk keberlangsungan usaha kerajinan tak bisa dipungkiri. “Saya mulai mengambil kredit dari Rp 4 juta. Karena terus mengalami perkembangan, kredit dari BRI yang saya terima saat ini mencapai Rp 150 juta. Itupun sama pihak BRI ditawari kredit yang lebih besar lagi,” terang dia.
Sementara, Kepala Unit BRI Gudo Aryana Wahyu Subagya membenarkan nama Suloso merupakan penerima kredit UMKM.
“Kategori kredit UMKM yang dikucurkan BRI adalah jenis usaha industri pengolahan. Hasil produksinya adalah kerajinan tangan berupa pembuatan kalung, gelang, dan perhiasan lainnya,” pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Dari Arus Sungai ke Arus Listrik, Desa Jatihurip Jadi Model Energi Bersih Berkat PLTMH BRI Peduli
BRI Tetap Buka Selama Libur Idul Fitri 2025, Berikut Jadwal dan Layanan yang Tersedia
Kisah Sukses Peternak Ikan Air Tawar Bermitra dengan BRI
Mudik Makin Nyaman! BRI Sediakan Posko Mudik BUMN dengan Cek Kesehatan, Takjil Gratis, dan Area Bermain Anak