Minggu, 19 Juli 2026

Jogoroto Ramai Menjelang Lebaran: Kerinduan dan Tradisi yang Tak Pernah Pudar

Photo Author
Fardana Difka Dwi Cahya, Sketsa Nusantara
- Rabu, 26 Maret 2025 | 21:09 WIB
Suasana di Jl. Jogoroto ramai dengan pengendara sepeda motor (SketsaNusantara.id/ Fardana Difka Cahya)
Suasana di Jl. Jogoroto ramai dengan pengendara sepeda motor (SketsaNusantara.id/ Fardana Difka Cahya)

SketsaNusantara.id - Pada Rabu, 26 Maret 2025. Senja mulai merayap di langit Jogoroto Jombang memancarkan semburat jingga yang membias di antara kabel-kabel listrik yang melintang di sepanjang jalan.

Di bawah langit yang perlahan meredup, deretan kendaraan bermotor mengular, mengisi jalanan yang kian padat seiring datangnya bulan suci Ramadhan.

Bukan sekadar lalu lintas biasa, ini adalah pemandangan khas yang hanya muncul menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Cek Nominal UMK Kabupaten Jombang 2025, Update Perbandingan dan Peringkat di Jawa Timur, Masuk 20 Besar?

Ahmad Ilham Manzil, seorang warga setempat, mengamati hiruk-pikuk yang terjadi setiap tahun ini dengan senyum tipis di wajahnya.

"Kalau mendekati hari raya itu kan biasanya sudah banyak yang pulang ke kampungnya ya, jadi ini juga yang membuat ramai Jogoroto sih," tuturnya.

Lebaran memang selalu membawa cerita tentang kebersamaan. Bagi Manzil dan banyak warga lainnya, momen ini adalah waktu yang paling dinanti untuk berkumpul dengan orang-orang terkasih.

Baca Juga: Rasakan Kemudahan Pendanaan BRI, Omset Pedagang Kuliner di Jombang Ini Terus Alami Peningkatan

"Memang setiap tahunnya ketika mendekati hari lebaran seperti ini tuh pasti ramai, ya saya juga senang sih bisa kumpul-kumpul sama teman-teman dan keluarga saya dalam momen seperti ini," ujarnya penuh antusias.

Tak hanya itu, suasana sore hari di Jogoroto semakin semarak dengan keberadaan para pencari takjil.

Aroma makanan khas berbuka puasa menguar dari tenda-tenda penjaja yang berjejer di pinggir jalan, memanggil siapa saja yang melintas untuk berhenti sejenak dan memilih hidangan pelepas dahaga.

Baca Juga: Kembangkan Pinjaman BRI, Sawah Milik Petani di Jombang Ini Terus Bertambah

"Biasanya itu kalau sore kenapa rame soalnya banyak yang war takjil temen-temen patrol banyak juga yang ikut war," pungkas manzil.

Jogoroto di penghujung Ramadhan bukan sekadar tentang jalanan yang padat atau antrian panjang di penjual makanan. Ini adalah tentang hangatnya kebersamaan, tentang langkah-langkah yang membawa pulang kenangan, dan tentang tradisi yang terus hidup di hati setiap warganya.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X