Selanjutnya, AJI juga meminta kepada media agar menjamin dan memantau keselamatan para jurnalis yang meliput di lapangan khususnya pada kasus yang berpotensi menimbulkan ancaman fisik dan psikis.
Sebagai informasi tambahan, salah seorang jurnalis media online di Sukabumi menjadi korban tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
Kala itu, jurnalis media online VisiNews tengah mengambil gambar aksi pemukulan, tiba-tiba salah seorang anggota polisi menarik lehernya hingga kartu pers miliknya putus.
Nasib serupa juga dialami jurnalis detikjabar yang diminta menghapus video yang merekam tindakan represif aparat terhadap 2 orang massa yang terkepung di tengah petugas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tempo Diteror Kepala Babi, Bentuk Ancaman Kebebasan Pers di Tengah Kontroversi Pengesahan RUU TNI?
TEMPO TIDAK GENTAR! Usai Diteror Kepala Babi Kini Bangkai Tikus, Bentuk Ancaman Mengerikan yang Mengintai Kebebasan Pers di Indonesia
Kantor Tempo Diteror Kepala Babi dan Bangkai Tikus, Begini Respon Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Aktivis HAM Sumarsih Datangi Jurnalis Tempo yang Mendapat Teror Kepala Babi, Singgung Soal Teror Suara Kebenaran
Kantor Tempo Diteror Kepala Babi hingga Bangkai Tikus, Putri Mendiang Gus Dur, Anita Wahid: Yakin Nggak Balik ke Orde Baru?
Kantor Tempo Jadi Sasaran Teror Kiriman Kepala Babi hingga Bangkai Tikus, Rocky Gerung: Si Peneror Juga Ketakutan
Demo di Jember Hari Ini, Seruan Aksi Tolak UU TNI Viral di Media Sosial, Berikut 8 Tuntutan Demonstran kepada Pemerintah dan DPRD Jember
Menyuruh Tempo Memasak Kepala Babi, Hasan Nasbi Dinilai Tak Layak Jadi Kepala Komunikasi Kepresidenan?
Demo Tolak UU TNI di Depan Gedung Grahadi Surabaya, Polisi Diduga Tembaki Massa Aksi dengan Water Cannon hingga Lakukan Penculikan