Beberapa jurnalis yang mengkritik RUU ini juga mengalami intimidasi dalam bentuk serangan digital dan doxing. Kini, dengan adanya kiriman kepala babi, muncul pertanyaan: Apakah ini bentuk tekanan terhadap media yang kritis terhadap RUU TNI?
Teror terhadap jurnalis di Indonesia bukanlah hal baru. Kasus seperti ini sering terjadi ketika pers mengangkat isu-isu sensitif, terutama yang berkaitan dengan institusi kuat seperti TNI atau pemerintah. Jika teror ini tidak ditindak tegas, maka ancaman terhadap kebebasan pers bisa semakin nyata.
Saat ini, redaksi Tempo sedang mempertimbangkan langkah hukum untuk mengusut kasus ini. Sementara itu, publik menanti apakah pengirim paket misterius ini akan segera terungkap atau tetap menjadi teka-teki. Yang pasti, kebebasan pers tidak boleh diredam oleh ketakutan atau ancaman dalam bentuk apa pun.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Rapat Paripurna Pengesahan RUU TNI Dikawal 5.000 Aparat, Tagar Peringatan Darurat Kembali Bergema, Trending Bersama Tolak RUU TNI
SAH! RUU TNI Resmi Disahkan DPR RI, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamjoeddin: Kami Tidak Akan Pernah Mengecewakan Rakyat
'Buzzer' Sampai Turun ke Jalan? Muncul Aksi Dukung RUU TNI di Depan Gedung DPR RI saat Ribuan Aparat dan Alutsista Disiagakan untuk Hadang Demonstran
DPR Sahkan RUU TNI, Publik Pertanyakan Draf Revisi, Ferry Irwandi: Ini Drafnya Mana Oy DPR RI
DPR Sahkan RUU TNI! Berikut 14 Kementerian atau Lembaga yang Bisa Diisi Tentara Aktif tanpa Harus Keluar dari Militer
Kocak! Pendukung RUU TNI yang Gelar Aksi Damai di Depan DPR Gelagapan saat Ditanya Alasan, Netizen: Minimal Kalau Nyewa Orang Itu...