Kamis, 4 Juni 2026

Viral Demo Terbesar Sepanjang Sejarah Terjadi di Serbia untuk Menentang Pemerintahan Korup, Netizen Kaitkan dengan Kondisi Indonesia: Konoha Kapan?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 19 Maret 2025 | 10:19 WIB
Potret demo terbesar sepanjang sejarah yang terjadi di Serbia untuk menentang pemerintahan korup dan Presiden otoriter (kolase X/lauraju35183777/seanmilanovic)
Potret demo terbesar sepanjang sejarah yang terjadi di Serbia untuk menentang pemerintahan korup dan Presiden otoriter (kolase X/lauraju35183777/seanmilanovic)

Belakangan ini, Indonesia diguncang oleh sejumlah kasus korupsi besar yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Baca Juga: Demo Indonesia Gelap Yogyakarta, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Mulai dari Makan Siang Gratis hingga Isu Pengaktifan Kembali Dwi Fungsi ABRI

Kasus korupsi Pertamina misalnya, yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp193 triliun dan bikin masyarakat geram karena adanya praktik oplos BBM yang dijual di pasaran.

Selain itu, kasus korupsi di PT PLN terkait proyek PLTU Kalbar 1 yang mangkrak sejak 2016 juga mencuat, dengan kerugian negara mencapai Rp1,2 triliun.

Belum lama ini juga marak ditemukan kasus-kasus korupsi lainnya seperti dugaan korupsi dan emas Antam palsu 109 ton yang membuat harga logam mulia merosot.

Sebelumnya juga ramai kasus korupsi Timah yang melibatkan Harvey Moeis yang divonis hukumn 6,5 tahun meski kini diperpanjang jadi 20 tahun, namun denda yang dibayarkan tak sepadan dengan kerugian negara.

Tiap hari pun masyarakat kerap mendengar berita tak menyenangkan terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tak berpihak pada rakyat.

Baca Juga: Dulu Mendukung Aksi Unjuk Rasa, Sekarang Alergi Demo? Perubahan Sikap Prabowo Subianto Ramai Jadi Gunjingan Netizen, Jejak Digitalnya Disorot!

Terbaru, masyarakat dibuat geram oleh kebijakan soal RUU TNI yang memperbolehkan anggota TNI aktif menduduki jabatan sipil di 16 lembaga negara.

Kebijakan ini menuai protes karena berpotensi membangkitkan konsep Dwifungsi ABRI yang pernah terjadi di masa Orde Baru.

Selain itu, masyarakat juga menilai pemerintah anti kritik, karena meskipun sebelumnya sudah pernah pecah aksi demonstrasi besar-besaran tapi tetap saja pemerintah tak mendengarkan aspirasi rakyat.

Baca Juga: Viral Buntut Demo Program Makan Bergizi Gratis, Klarifikasi Seorang ASN Diduga Melakukan Aksi Kekerasan Pada Siswa SMP, Terbongkar Alasannya!

Sebut saja soal Danantara, kabinet gemuk dan kebijakan lain yang dianggap membuat masa depan Indonesia menjadi "gelap". Namun, hanya direspons Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan kata-kata "Ndasmu" yang dinilai tak menghargai kritikan rakyat.

Netizen juga menyayangkan bahwa di Indonesia, aksi protes besar-besaran seperti di Serbia jarang terjadi. Mereka menuding keberadaan "buzzer" dan staf khusus yang berperan sebagai pendengung pemerintah, sehingga kritik dan aspirasi rakyat sulit tersampaikan.

Komentar lain warganet menyoroti bahwa para pejabat di Indonesia cenderung mendukung ketidakadilan demi kekayaan atau jabatan, sehingga demonstrasi seperti di Serbia sulit terjadi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: The Guardian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X