Belakangan ini, Indonesia diguncang oleh sejumlah kasus korupsi besar yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.
Kasus korupsi Pertamina misalnya, yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp193 triliun dan bikin masyarakat geram karena adanya praktik oplos BBM yang dijual di pasaran.
Selain itu, kasus korupsi di PT PLN terkait proyek PLTU Kalbar 1 yang mangkrak sejak 2016 juga mencuat, dengan kerugian negara mencapai Rp1,2 triliun.
Belum lama ini juga marak ditemukan kasus-kasus korupsi lainnya seperti dugaan korupsi dan emas Antam palsu 109 ton yang membuat harga logam mulia merosot.
Sebelumnya juga ramai kasus korupsi Timah yang melibatkan Harvey Moeis yang divonis hukumn 6,5 tahun meski kini diperpanjang jadi 20 tahun, namun denda yang dibayarkan tak sepadan dengan kerugian negara.
Tiap hari pun masyarakat kerap mendengar berita tak menyenangkan terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tak berpihak pada rakyat.
Terbaru, masyarakat dibuat geram oleh kebijakan soal RUU TNI yang memperbolehkan anggota TNI aktif menduduki jabatan sipil di 16 lembaga negara.
Kebijakan ini menuai protes karena berpotensi membangkitkan konsep Dwifungsi ABRI yang pernah terjadi di masa Orde Baru.
Selain itu, masyarakat juga menilai pemerintah anti kritik, karena meskipun sebelumnya sudah pernah pecah aksi demonstrasi besar-besaran tapi tetap saja pemerintah tak mendengarkan aspirasi rakyat.
Sebut saja soal Danantara, kabinet gemuk dan kebijakan lain yang dianggap membuat masa depan Indonesia menjadi "gelap". Namun, hanya direspons Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan kata-kata "Ndasmu" yang dinilai tak menghargai kritikan rakyat.
Netizen juga menyayangkan bahwa di Indonesia, aksi protes besar-besaran seperti di Serbia jarang terjadi. Mereka menuding keberadaan "buzzer" dan staf khusus yang berperan sebagai pendengung pemerintah, sehingga kritik dan aspirasi rakyat sulit tersampaikan.
Komentar lain warganet menyoroti bahwa para pejabat di Indonesia cenderung mendukung ketidakadilan demi kekayaan atau jabatan, sehingga demonstrasi seperti di Serbia sulit terjadi.
Artikel Terkait
Demo Free West Papua Berakhir Ricuh di Yogyakarta, Massa Aksi Berusaha Kibarkan Bendera Bintang Kejora
5 Fakta Demo Mahasiswa 17 Februari 2025 di Jakarta, Diberi Nama Aksi Indonesia Gelap hingga Tuntutan yang Dibacakan
Pesan Bivitri Susanti Saat Buzzer Mulai Bela Pemerintah di Tengah Gencaran Aksi Demo 'Indonesia Gelap': Yang Punya Akal Sehat Terus Melawan!
Siapa Wiwin Komalasari? Profil Kades Gunung Menyan Bogor yang Ngaku Geli Tenteng Nasi Kotak: Pernah Viral Pakai LV saat Demo
Satryo Brodjonegoro Ungkap Kronologi Sebelum Dicopot dari Jabatan Mendiktisaintek, Sebut Alasannya Direshuffle Gegara Presiden Prabowo Alergi Demo
Soroti Perkataan Prabowo Soal Ancaman Asing yang Ingin Pecah Belah Indonesia, Fedi Nuril Malah Bangga Pernah Dituding Dibayar Asing: Ini Pencapaian..