SketsaNusantara.id - Presiden RI, Prabowo Subianto kembali jadi perbincangan publik usai mantan menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro blak-blakan menyebut dirinya "alergi demo".
Sebagaimana diketahui, banyak serangkaian aksi demo atau unjuk rasa yang terjadi di era kepemimpinan Prabowo mulai dari "Peringatan Darurat" untuk menolak revisi UU Pilkada hingga "Indonesia Gelap" akibat pemotongan dana pendidikan efek efisiensi anggaran.
Di tengah gejolak demo tersebut, Satryo Soemantri Brodjonegoro, juga sempat ramai digeruduk demo karena dianggap "ringan tangan" dan sewenang-wenang terhadap karyawan di kementerian.
Satryo akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) pada 19 Februari 2025.
Terbaru, Satryo mengungkap alasannya diberhentikan jadi Mendiktisaintek karena dianggap melakukan kesalahan fatal sehingga terjadi serangkaian demonstrasi mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah.
"Presiden alergi dengan demo itu kata Mayor Teddy. Jadi kalau demo itu membuat beliau anggap kegaduhan, membuat gaduh suasana, sehingga saya dianggap melakukan kesalahan fatal sampai menyebabkan akhirnya diberhentikan," ucapnya dalam sebuah wawancara yang diunggah akun X @NenkMonica pada hari Sabtu, 8 Maret 2025.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Presiden Prabowo memiliki ketidaknyamanan terhadap aksi-aksi protes mahasiswa, padahal serangkaian demo terjadi sebagai kritikan akibat kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
Menariknya, sikap ini bertolak belakang dengan pernyataan Prabowo yang pernah mendukung aksi demo setelah kalah Pilpres tahun 2014 lalu.
Banyak warganet ikut menyoroti jejak digital Prabowo dan mengkritik perubahan sikapnya yang dulu mendukung demonstrasi, namun kini malah alergi dengan aksi demo.
"Bapak @prabowo alergi demo? Apa benar yg dikatakan pak satryo ini? Harus dijelaskan lho ini, saya dulu voter Bapak & gerindra 2 periode tahun 2014 & 2019. Makanya saya protes/kritik keras saat pernyataan Bapak sudah tidak sesuai, terutama sejak pandemi," komentar akun X @shintaeffendi.
Akun tersebut yang mengunggah jejak digital Prabowo yang menunjukkan dukungannya terhadap aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat.
"Unjuk rasa adalah bagian dari demokrasi kita yang dijamin UUD 1945. Unjuk rasa adalah hak konstirusional setiap warga negara," tulis Prabowo dikutip SketsaNusantara.id dari cuitan akun di X @prabowo yang diunggah 5 November 2018 lalu.
Warganet juga menyoroti Prabowo yang sebelumnya kerap mengkritik pemerintah setelah berulang kali gagal menduduki posisi nomor 1 di Indonesia.
Artikel Terkait
Tak Tampik Ada Motif Politik, Mahfud MD Ungkap Peranan Presiden Prabowo Subianto dalam Pengungkapan Korupsi Pertamina Oleh Kejagung
Pro Kontra Peluncuran Danantara, SBY Tanggapi Kekhawatiran Masyarakat, Sebut Niat Prabowo Baik
Prabowo Ramai Jadi Gunjingan Usai Pamer Momen Buka Puasa Bareng Keluarga, Dandhy Laksono Bandingkan dengan Nasib Korban Pelanggaran HAM
Air Mineral Equil yang Dikonsumsi Prabowo dan Titiek Soeharto saat Buka Puasa Bareng Kembali Ramai Jadi Sorotan, Kenapa Harganya Begitu Mahal?
Siapa Prof Ferry Latuhihin? Kontra Danantara Padahal Jadi Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran
Profil 8 Pengusaha Kelas Kakap yang Bertemu Prabowo Subianto di Istana, Ada Aguan hingga Kakak Kandung Menteri BUMN Erick Thohir
Sejumlah Kepala Desa Tak Setuju Program Pendirian Koperasi Desa Merah Putih, Ancam Prabowo Akan Turun ke Jalan, Ini Alasannya