"Menjadi pemimpin bangsa yang besar harus siap segala hal, siap dikritik. Pemimpin juga harus menghadirkan ketenangan. Kalau ada yang menghujat instrospeksi diri. Apakah ada yang salah? Apakah yang menghujat sebegitu menderitanya atau tidak mendapat keadilan?" tulis prabowo dalam cuitannya yang diunggah di Twitter pada 3 Desember 2018.
Perubahan sikap ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa setelah menjabat sebagai Presiden, Prabowo menunjukkan sikap yang tidak konsisten dalam menyikapi demonstrasi.
Jika sebelumnya ia mendukung hak masyarakat untuk berdemonstrasi, kini ia dianggap tidak toleran terhadap aksi-aksi protes yang terjadi.
Kini, usai Prabowo menjabat jadi Presiden, banyak terjadi demo karena kebijakan pemerintahannya yang tak berpihak pada rakyat.
Terlebih, Prabowo juga menanggapi aksi demo dengan ekspresi yang tak seharusnya dilontarkan seorang pemimpin apalagi kerap menggunakan kata-kata kasar.
"Ada orang-orang pintar yang bilang kabinet ini gemuk, terlalu besar, ndasmu! Indonesia ini bangsa yang besar, seluas benua eropa maka perlu banyak orang yang terlibat mengurus negara," kata Prabowo dalam HUT Gerindra pada 15 Februari 2025 lalu.
"Saya heran, kenapa ketika saya ingin memajukan negara ini malah dibilang Indonesia Gelap," sambungnya ketika menyampaikan Pidato di kongres Partai Demokrat beberapa waktu lalu, usai demo 'indonesia gelap' digelar di berbagai wilayah.
Pernyataan ini menunjukkan respons Prabowo yang emosional terhadap kritik yang disampaikan oleh masyarakat.
Sebelumnya, Prabowo juga bahkan mengutarakan kegelisahannya karena menganggap "demokrasi itu mahal".
Perubahan sikap Prabowo yang sebelumnya mendukung demokrasi namun sekarang berubah jadi alergi setelah jadi Presiden, menimbulkan pertanyaan tentang komitmennya terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat.
Jika sebelumnya ia mendukung hak masyarakat untuk berdemonstrasi sebagai bagian dari demokrasi, kini ia menunjukkan ketidaknyamanan terhadap aksi-aksi protes yang terjadi.
Bahkan warganet mengkritik Prabowo mungkin kurang toleran terhadap kritik dan perbedaan pendapat, padahal aksi demo itu sebagai bentuk peduli rakyat terhadap masa depan bangsa.
Artikel Terkait
Tak Tampik Ada Motif Politik, Mahfud MD Ungkap Peranan Presiden Prabowo Subianto dalam Pengungkapan Korupsi Pertamina Oleh Kejagung
Pro Kontra Peluncuran Danantara, SBY Tanggapi Kekhawatiran Masyarakat, Sebut Niat Prabowo Baik
Prabowo Ramai Jadi Gunjingan Usai Pamer Momen Buka Puasa Bareng Keluarga, Dandhy Laksono Bandingkan dengan Nasib Korban Pelanggaran HAM
Air Mineral Equil yang Dikonsumsi Prabowo dan Titiek Soeharto saat Buka Puasa Bareng Kembali Ramai Jadi Sorotan, Kenapa Harganya Begitu Mahal?
Siapa Prof Ferry Latuhihin? Kontra Danantara Padahal Jadi Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran
Profil 8 Pengusaha Kelas Kakap yang Bertemu Prabowo Subianto di Istana, Ada Aguan hingga Kakak Kandung Menteri BUMN Erick Thohir
Sejumlah Kepala Desa Tak Setuju Program Pendirian Koperasi Desa Merah Putih, Ancam Prabowo Akan Turun ke Jalan, Ini Alasannya