Minggu, 19 Juli 2026

Dulu Mendukung Aksi Unjuk Rasa, Sekarang Alergi Demo? Perubahan Sikap Prabowo Subianto Ramai Jadi Gunjingan Netizen, Jejak Digitalnya Disorot!

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 10 Maret 2025 | 08:35 WIB
Poret Prabowo Subianto yang katanya alergi demo, berkebalikan dengan sikapnya di masa lalu yang mendukung kebebasan menyampaikan aspirasi (Instagram/prabowo)
Poret Prabowo Subianto yang katanya alergi demo, berkebalikan dengan sikapnya di masa lalu yang mendukung kebebasan menyampaikan aspirasi (Instagram/prabowo)

"Menjadi pemimpin bangsa yang besar harus siap segala hal, siap dikritik. Pemimpin juga harus menghadirkan ketenangan. Kalau ada yang menghujat instrospeksi diri. Apakah ada yang salah? Apakah yang menghujat sebegitu menderitanya atau tidak mendapat keadilan?" tulis prabowo dalam cuitannya yang diunggah di Twitter pada 3 Desember 2018.

Baca Juga: Gerindra Dihujat Usai Tepis Tuduhan soal Efisiensi Anggaran yang Mengakibatkan PHK Karyawan, Netizen: Perkataan Prabowo Tak Sesuai Realita

Perubahan sikap ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai bahwa setelah menjabat sebagai Presiden, Prabowo menunjukkan sikap yang tidak konsisten dalam menyikapi demonstrasi.

Jika sebelumnya ia mendukung hak masyarakat untuk berdemonstrasi, kini ia dianggap tidak toleran terhadap aksi-aksi protes yang terjadi.

Kini, usai Prabowo menjabat jadi Presiden, banyak terjadi demo karena kebijakan pemerintahannya yang tak berpihak pada rakyat.

Terlebih, Prabowo juga menanggapi aksi demo dengan ekspresi yang tak seharusnya dilontarkan seorang pemimpin apalagi kerap menggunakan kata-kata kasar.

Baca Juga: Fedi Nuril Malu Lihat Prabowo Kaya Bocah Saat Tanggapi Kritik Soal Kabinet Gemuk Pakai Kata 'Ndasmu', Public Speaking Presiden Dinilai Buruk

"Ada orang-orang pintar yang bilang kabinet ini gemuk, terlalu besar, ndasmu! Indonesia ini bangsa yang besar, seluas benua eropa maka perlu banyak orang yang terlibat mengurus negara," kata Prabowo dalam HUT Gerindra pada 15 Februari 2025 lalu.

"Saya heran, kenapa ketika saya ingin memajukan negara ini malah dibilang Indonesia Gelap," sambungnya ketika menyampaikan Pidato di kongres Partai Demokrat beberapa waktu lalu, usai demo 'indonesia gelap' digelar di berbagai wilayah.

Pernyataan ini menunjukkan respons Prabowo yang emosional terhadap kritik yang disampaikan oleh masyarakat.

Baca Juga: Akui Terpeleset Lidah, Momen SBY Salah Sebut Jokowi sebagai Presiden yang Seharusnya Prabowo Subianto Ramai Dipuji Netizen: Kritikan Berkelas!

Sebelumnya, Prabowo juga bahkan mengutarakan kegelisahannya karena menganggap "demokrasi itu mahal".

Perubahan sikap Prabowo yang sebelumnya mendukung demokrasi namun sekarang berubah jadi alergi setelah jadi Presiden, menimbulkan pertanyaan tentang komitmennya terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Jika sebelumnya ia mendukung hak masyarakat untuk berdemonstrasi sebagai bagian dari demokrasi, kini ia menunjukkan ketidaknyamanan terhadap aksi-aksi protes yang terjadi.

Bahkan warganet mengkritik Prabowo mungkin kurang toleran terhadap kritik dan perbedaan pendapat, padahal aksi demo itu sebagai bentuk peduli rakyat terhadap masa depan bangsa.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: x @prabowo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X