SketsaNusantara.id - Akademisi dan Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti ikut meluapkan emosinya ketika melihat kondisi Indonesia yang makin gak karuan saat ini.
Sebagaimana diketahui banyaknya kebijakan pemerintah belakangan ini dinilai merugikan masyarakat, mulai dari pembatasan penjualan gas LPG 3 kg hingga adanya PHK tenaga honorer diikuti biaya pendidikan yang dipangkas imbas efisiensi anggaran.
Segudang masalah silih berganti dan banyaknya kebijakan pemerintah yang menuai kontroversi terjadi pasca 100 hari pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, memicu protes hingga muncul tagar "Indonesia Gelap".
Tagar Indonesia Gelap seketika trending di media sosial menyoroti negara Indonesia yang "diselimuti kegelapan" akibat penguasa yang dinilai "culas" dan "tidak kompeten" serta tak berpihak pada rakyat sehingga membuat rakyat makin tersiksa.
Sejak hari Senin, 17 Februari 2025, mahasiswa dari berbagai Universitas di berbagai wilayah juga serentak turun ke jalan melakukan aksi demo bertajuk "Indonesia Gelap".
Namun, aksi demo ini mendapat kritikan dari sejumlah warganet yang pro pemerintah. Awalnya, tak begitu banyak yang menyoroti aksi demo ini, namun setelah selang beberapa hari kemudian mulai bermunculan warganet yang melontarkan kritik agar mahasiswa lebih mementingkan kuliah daripada turun ke jalan.
Bahkan sempat trending istilah "mahasewa" yang jadi kritikan pedas yang menyebut mahasiswa turun ke jalan karena "dibayar" oknum tertentu untuk menggulingkan pemerintahan.
Bahkan mulai ada postingan "Indonesia Masih Terang Benderang" yang membela pemerintah dan bertolak belakang dengan aksi "Indonesia Gelap".
Dalam postingan yang diunggah akun X @saphiraawr, disebutkan Indonesia masih "terang benderang" lantaran pendidikan masih jadi prioritas pemerintah, kesehatan rakyat masih jadi agenda penting negara dan efisiensi anggaran akan dialihkan untuk kepentingan rakyat.
Selain itu, disebutkan pula "ekonomi Indonesia makin kuat yang berada di atas rata-rata capaian ekonomi dunia hingga kemiskinan menurun secara ektrem di era pemerintahan Prabowo.
Postingan Indonesia Terang Benderang ini jelas bertolak belakang dengan kenyataan yang ada saat ini dan tak sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini yang ekonominya makin memburuk.
Artikel Terkait
Akui Miliki Setengah Gunung Uranium, Firdaus Oiwobo Ungkap Dapat Hibah dari Keturunan Kesultanan Banten
Sadis! Anak Penggal Kepala Ayahnya di Jember, Kini Jalani Perawatan di Yayasan Kejiwaan Usai Diduga Derita Gangguan Mental Berat
Dunia Kampus Sedang Tidak Baik-Baik Saja! Mahfud MD Singgung Penyebab Jadi Penakut dan Tidak Kritis: Menawari Kenyamanan agar Diam
4 Pesan Mahfud MD kepada Dunia Kampus yang Kalau Ngomong Hanya Bisik-Bisik: Yang Jelek Katakan Jelek!
Siapa Calon Bos Danantara? Profil Pandu Sjahrir, Keponakan Luhut Binsar yang Dirumorkan Bakal Kelola Aset Rp14 Ribu T
Sempat Dikira Prank, PSSI dan YGKI Konfirmasi Kunjungan Cristiano Ronaldo ke Kupang NTT, Sebut Hal Ini Jadi Penyebab Kedatangan CR7 Tertunda 26 Jam