SketsaNusantara.id – KH M Yusuf Hasyim pernah dituduh terlibat dalam pemberontakan Darul Islam atau Tentara Islam IndonesiaDI/Tll pada kurun waktu tahun 1949 – 1955.
Namun, hal itu tidak terbukti setelah putera KH Hasyim Asy’ari tersebut menjalani sidang militer pada tahun 17 Novemner 1955.
Hal itu terungkap pada seminar nasional pengusulan gelar pahlawan nasional KH Muhammad Yusuf Hasyim, Minggu 16 Maret 2025. Acara yang berlangsung di Gedung Al-Marwah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tersebut digelar oleh Pesantren Tebuireng dan Universitas Abdul Chalim (UAC) Pacet bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dalam seminar nasional itu, menghadirkan Prof Usep Abdul Matin sebagai keynote speech. Dia adalah “Beliau dibebaskan dari semua tuduhan dalam sidang militer tanggal 17 Novemner 1955," ujarnya.
Guru besar sejarah Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan, berita pembebasan KH Yusuf Hasyim itu dimuat di koran Kedaulatan Eakyat edisi 21 November 1955.
Di samping itu, imbuhnya, KH Yusuf Hasyim berhenti dengan hormat dari TNl. "Karena alasan kesehatan dan disertai ucapan terima kasih dari Menteri Pertahanan Rl saat itu,," bebernya.
Perjuangan KH Yusuf Hayim menumpas PKl di sekitar Madiun dan Ponorogo tahun 1948 juga berdampak nasional. "Sehingga secara syarat umum dan khusus, menurut saya, KH Yusuf Hasyim sudah layak menjadi pahlawan nasional," ujarnya disambut tepuk tanga hadirin.
Baca Juga: KH M Yusuf Hasyim: Kyai Multiperan dari Tebuireng
Sementara, saat memaparkan materi, narasumber Aguk lrawan membeberkan banyak data perjuangan dan kepahlawanan KH Yusuf Hasyim. "Di usia 13 tahun, Yusuf Hasyim muda berkeliling ke berbagai pesantren di Kawa untuk konsolidasi," ujarnya.
Ditambahkan, saat ikut perang heroik 10 November 1945 di Surabaya, Yusuf muda masih berusia 16 tahun. "Anda bayangkan, usia segitu sudah bertempur bertaruh nyawa di perang," ujarnya.
Yusuf Hasyim muda dipaparkan juga ikut perang gerilya. "Ada piagam penghargaan dari Panglima TNl soal itu," ujarnya.
KH Yusuf Hasyim juga terlibat aktif dalam penumpasan pemberontakan PKI. “Kalau lawan PKl 1948 Madiun beliau masih aktif di militer. Pada 1965 beliau lewat NU dalam hal ini mendirikan Banser yang salah satu tujuannya melakukan penumpasan PKI," bebernya.
Di bidang pemerintahan, dijelaskan KH Yusuf Hasyim pernah menjadi anggota DPR GR tahun 1960. "Diangkat langsung oleh Presiden Soekarno karena banyak anggota dari PKl yang diganti," imbuhnya.
Artikel Terkait
Siapa Pendiri Banser NU? Inilah Muhammad Zainudin Kayubi, Komandan Pertama Banser yang Ikut Memberantas PKI di Blitar
Jalan Kaki 15 Km, Banser se-Kabupaten Jombang Kirab Bendera Merah Putih Berukuran 300 Meter
Bedah Buku ‘Kiai Militer Pengawal ldeologi NKRl Berbasis Pesantren’, KH M Yusuf Hasyim Diajukan Pahlawan Nasional
Kompi Yusuf Hasyim dan Pertempuran di Nglaban