Hal senada diungkap Saparudin Barus. Doktor sejarah pertama di lingkup TNl ini menegaskan menjelaskan kriteria umum dan khusus calon pahlawan nasional.
"Dari kedua kriteria itu, KH Yusuf Hasyim secara akademis sudah memenuhi syarat," ucapnya. Sosok KH Yusuf Hasyim, baginya, tidak ada abu-abu. "Sudah putih semua," imbuhnya.
Dia menambahkan, penetapan pahlawan nasional oleh Presiden. "Maka juga perlu melihat keadaan terkait kewilayahan dan juga pendekatan," pesannya.
Seminar nasional ditutup dengan doa yang dipimpin Syaikh Ahmad Muhammad Al-Mabruk Al-Hasani. Dia adalah dosen Universitas Al-Azhar yang tugas mengajar di Tebuireng. Kegiatan dipungkasi dengan buka bersama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Siapa Pendiri Banser NU? Inilah Muhammad Zainudin Kayubi, Komandan Pertama Banser yang Ikut Memberantas PKI di Blitar
Jalan Kaki 15 Km, Banser se-Kabupaten Jombang Kirab Bendera Merah Putih Berukuran 300 Meter
Bedah Buku ‘Kiai Militer Pengawal ldeologi NKRl Berbasis Pesantren’, KH M Yusuf Hasyim Diajukan Pahlawan Nasional
Kompi Yusuf Hasyim dan Pertempuran di Nglaban