Pernyataan Dandhy seolah menantang keberanian para perwira tersebut untuk sepenuhnya beralih ke ranah sipil jika memang menginginkan jabatan dan gaji di sektor tersebut, tanpa mempertahankan atribut militer.
Ia bahkan meminta menantu Luhut Binsar Pandjaitan itu untuk berdebat langsung dengan ketiga narasumber dalam film "Dirty Vote" untuk membahas UU Revisi TNI hingga soal Dwifungsi Militer.
"Jadi pengen 'uji nyali sama KSAD (Jenderal Maruli Simanjuntak). Misalnya begini: beliau mengirim 3 jenderal terbaiknya untuk debat dengan 3 kawan sipil ini," sambung Dandhy dalam postingannya yang mengunggah foto Bivitri Susanti, Feri Amsari dan Zainal Arifin Mochtar.
"Kita diskusi tentang Revisi UU TNI, Rangkap jabatan sipil, Dwifungsi militer sejak Nasution hingga Soeharto dan Prabowo. Bernyali, Jenderal?" tandasnya.
Bukan tanpa alasan, Dandhy Laksono sentil KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak yang sebelumnya ramai jadi perbincangan publik.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu mendadak jadi trending topic di media sosial X (dulu Twitter) usai menaikkan pangkat Teddy Indra Wijaya dari Mayor menjadi Letkol.
Kenaikan pangkat itu menuai kritik karena Teddy Indra kini menjabat sebagai Seskab (Sekretariat Dukungan Kabinet Republik Indonesia) dan tak harus mundur dari TNI yang menunjukkan adanya rangkap jabatan sipil dengan kedudukannya di militer.
Banyak spekulasi bergulir dan mengkhawatirkan akan kembali ada dwifungsi ABRI seperti yang terjadi pada masa Orde Baru.
Keterlibatan militer dalam pemerintahan dikhawatirkan mengurangi transparansi dan akuntabilitas serta meningkatkan risiko penyalahgunaan kekuasaan bahkan memicu pelanggaran hak asasi manusia, mengingat adanya perbedaan pendekatan antara militer dan sipil dalam menangani isu-isu masyarakat.
Namun, kekhawatiran tersebut mendapat tanggapan keras dari Maruli Simanjuntak bahkan orang yang mengkritik dikatakan punya pemikiran "otak kampungan".
"Tidak usah ramai bikin ribut di media, soal dwifungsi ABRI ini, itu lah, orde baru lah, tentara dibilang hanya bisa membunuh dan dibunuh," kata Maruli Simanjuntak pada hari Kamis, 13 Maret 2025.
"Menurut saya, orang-orang yang menggiring opini seperti ini, otak-otak (pemikirannya) kampungan menurut saya," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Viral Mobil ini Mogok Setelah isi Pertamax di Salah Satu SPBU Solo yang Ternyata Kandungannya Tercampur Air, SPBU Beri Uang Rp1 Juta Untuk...
Emosional, Bintang Emon Soroti Kapolres Ngada NTT yang Jadi Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Bocah 6 Tahun, Konten Video POV Bikin Netizen Nyesek
Bakal Nikah Lagi! Natasha Rizky Spill Pria Idaman yang Bakal Jadi Suaminya Kelak, Desta Masuk Kriteria Calon Imam?
Kronologi Pedagang Bakso Jember Gelapkan Uang Arisan 3 M yang Viral di Media Sosial
5 Gelagat Baim Wong Disorot Pakar Ekspresi Saat Bicara Konflik Istri dan Anaknya, yang Diungkap Paula Verhoeven Terbukti?
Apa itu Worm Blood Moon? Intip 5 Fakta Menarik Fenomena Langka Bulan Darah yang Bisa Dilihat di Indonesia saat Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025