Bahkan ia kerap berbusana layaknya orang Eropa hingga dijuluki Sunan Amral atau admiral.
Pada masa pemerintahan Amangkurat II, ia memindahkan pusat kerajaan ke Wanakerta yang kemudian menjadi Kartasura Adiningrat.
Saat pembuatan istana baru, Amangkurat II kekurangan dana hingga akhirnya meminjam ke VOC melalui perjanjian yang dikenal dengan nama Kontrak Gendeng.
“Isinya, pantai utara Jawa digadaikan kepada Kumpeni Belanda,” seperti dikutip SketsaNusantara.id dari situs Kabupaten Grobogan.
Salah satu wilayah pesisir utara yang digadaikan Amangkurat II adalah Semarang.
Pada tahun 1705, Mataram yang dipimpin Susuhunan Pakubuwono I akhirnya menyerahkan Semarang pada VOC sesuai kesepatakan.
Kabarnya, Amangkurat II tak dapat melunasi hutangnya pada VOC hingga akhirnya Semarang diserahkan sebagaimana layaknya barang jaminan.
Sejak saat itulah Semarang resmi menjadi milik VOC hingga akhirnya dibuatlah benteng-benteng yang meliputi daerah Stradt (Jalan Raden Patah sekarang) hingga ke daerah Tawang.
Dan itulah kisah Semarang, salah satu wilayah di Jawa Tengah yang digadaikan Amangkurat II pada VOC.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!