SketsaNusantara.id - Pangeran Gagar Manik atau Syekh Sulaiman adalah seorang panglima Kesultanan Mataram yang melakukan penyerangan ke kadipaten Tuban namun juga pemersatu kadipaten-kadipaten lainnya.
Pangeran Gagar Manik adalah putra dari Sultan Sedo Krapyak Mataram santri dari Mbah Ibrahim Asmoroqondi ayahanda dari Sunan Ampel.
Lokasi makam ini terletak di kawasan pantai utara, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang ramai peziarah dari berbagai daerah.
Baca Juga: Konon Menjadi Makam Abu Hayam Wuruk, Inilah Candi Ngetos yang Dibangun Pada Abad Ke-15 di Nganjuk
Banyak peziarah wali songo yang mampir setelah berkunjung dari makam Sunan Bonang dan Asmoroqondi.
Pangeran Gagar Manik disebut dengan Pangeran Tundung Musuh tak lain karena kesaktiannya dipercaya mampu mengembalikan para musuh dari arah utara jawa yang akan menyebrangi Tuban.
Makam ini memang tergolong unik dan berbeda dari makam lainnya, karena posisi makam ini menjorok ke laut dan disebelah kiri jalan dipenuhi pohon rindang, hal inilah yang membuat warga menyebutnya dengan Makam Pangeran Tundung Musuh.
Karena dekat dengan laut separuh lebih makam yang ada di lokasi ini hilang terseret air laut pasang, bahkan makam Pangeran Gagar Manik yang diyakini situs utama saat ini sudah berada di tengah laut, untuk menjaga Tundung Musuh tetap lestari maka dibangunlah cangkup untuk melindungi makam tersebut.
Menurut Mbah Mokhtar seorang juru kunci yang berumur 56 tahun mengatakan bila pelindung itu juga akan segera lenyap termakan gelombang laut pasang.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id yang dikutip dari Instagram @syahbuddin.ibrahim.new, menurut cerita yang beredar Syekh Sulaiman atau Pangeran Gagar Manik punya sahabat yang terkenal hebat.
Secara lisan diceritakan bahwa Pangeran Gagar punya sahabat yang bernama Empu Supa, dialah sosok terkenal pembuat keris-keris sakti masa Kerajaan Mataram.
Empu Supa dipercaya membuat keris sakti Sengkelat yang dipercaya sebagai pusaka bertuah.
Artikel Terkait
Wajib Diingat! Ini Pesan Khusus Kyai Nawawi Sidogiri Sebelum Ziarah ke Makam Sunan Ampel, Ada Tata Cara dan Adabnya
Benarkah Jadi Kompleks Makam di Era Kerajaan Majapahit? Inilah Kisah di Balik Candi Pasetran Mojokerto
Makam Ini Selalu Ramai! di Baliknya Ada Kisah Tragis Putri Raja Bali: Dibunuh Sang Ayah karena Menjadi Mualaf
Kondisi Makam Raja Kerajaan Gowa ke-XIII yang Terletak di Benteng Keraton Buton Sulsel, Tampak tak Megah tapi...
Namanya Unik! Desa di Gresik Ini Tercipta karena Pertempuran 2 Kerajaan Besar di Pulau Jawa, Makam Kuno jadi Bukti Perjuangan