Minggu, 19 Juli 2026

Perjanjian Giyanti: Alasan di Balik Pembagian Jawa yang Mengubah Sejarah! Ada Campur Tangan VOC?

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Kamis, 25 Juli 2024 | 14:45 WIB
Sejarah Perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan di Jawa. (X @sefkelik)
Sejarah Perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan di Jawa. (X @sefkelik)


SketsaNusantara.id - Pada 13 Februari 1755, sejarah Jawa mengalami perubahan besar dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti.

Kesepakatan ini merupakan hasil dari pertemuan antara tiga kekuatan utama: Pakubuwana II, Pangeran Mangkubumi, dan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie).

VOC yang terpaksa campur tangan untuk meredam ketegangan yang mengancam kestabilan wilayah.

 Baca Juga: Menhir Maek: Jejak Megalitikum yang Memikat di Sumatera Barat, Leluhur Minangkabau Zaman Prasejarah

Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube WWI Video, perjanjian ini diambil di desa Kanti, dekat Surakarta, dan menjadi titik balik dalam pembagian Jawa menjadi dua kekuasaan utama.

Namun, perjanjian ini bukanlah hasil dari perundingan yang mulus.

Ketegangan antara Pangeran Mangkubumi, yang merasa dirugikan setelah diberikan sebidang tanah oleh Pakubuwana II, dan pihak-pihak lain yang merasa tidak adil, memuncak.

 Baca Juga: Siapa Sosok Kapitan Jonker? Mengenal Kesatria Maluku yang Gagah Namun Berakhir Tragis karena Pengkhianatan VOC

Situasi ini mendorong Gubernur Jenderal VOC, Baron Van Imhoff, untuk turun tangan dan memediasi konflik.

Dengan Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi, yang kemudian dikenal sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono I, diberikan kekuasaan atas wilayah Yogyakarta.

Sementara itu, wilayah lainnya tetap berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Pembagian ini tidak langsung diterima dengan damai.

 Baca Juga: Masuk 100 Besar Nominasi ADWI 2024: Desa Wisata di Malang ini Memiliki Air Terjun dan Keragaman Unik Lainnya, Cek Lokasinya di Sini...

Perubahan wilayah ini menimbulkan ketegangan dan konflik berkepanjangan antara dua kerajaan.

Pangeran Sambernyawa, yang juga merupakan trah Pakubuwana, terus melakukan pemberontakan.

Pada Oktober 1755, ia berhasil mengalahkan pasukan VOC dan hampir membakar keraton Yogyakarta pada Februari 1756.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube WWI Video

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X