jelajah

Mengenang Kyai Jufri Marzuki, Pejuang NU yang Ditikam Anggota PKI Tahun 1965 saat Hendak Pengajian

Sabtu, 21 September 2024 | 07:00 WIB
Kyai Jufri Marzuki pejuang ulama yang jadi korban kekejaman PKI. (Instagram, dokumen/@Indonesian.historical, nu.or.id)

Nasab KH Jufri Marzuki berdasarkan dari garis ayah yakni KH Jufri bin KH Marzuki bin Kyai Sukriwo, bin Kyai Ongro bin Kyai Zubair.

Sementara dari garis ibu, yakni KH Jufri bin Nyai Rofiah binti Kyai Jamaluddin bin Ruham bin Umro bin Kyai Zubair.

Baca Juga: Banyak Kyai Disembelih, Sikap NU pada PKI di Kabinet Sempat Memancing Amarah Bung Karno hingga Panggil 3 Tokoh

Darah ulama yang mengalir di tubuhnya membuat Kyai Jufri menjelma menjadi ulama besar. Kyai Jufri diperkirakan lahir sekitar tahun 1920.

Kyai Jufri pernah mondok di Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

Ponpes Annuwayah itu menjadi tempatnya belajar dan berguru kepada KH Abdullah Sajjad.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Inilah Kisah Sedih Istri Letjen S Parman yang Ternyata Sudah Dua Kali Jadi Korban Kekejaman PKI

Selanjutnya, Kyai Jufri melanjutkan belajarnya ke Ponpes Tempurejo, Jember.

Pada usia 19 tahun, Kyai Jufri menikah dengan Nyai Asyiah binti KH BasrowPonpes Kayumanis, Kota Pamekasan.

Keduanya hijrah ke Sumber Batu, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan tahun 1945.

Daerah tersebut menjadi tempat KH Jufri Marzuki merintis Pondok Pesantren Sumber Batu.

Banyak masyarakat Sumber Batu yang menjadi santri dari KH Jufri Marzuki.

KH Jufri Marzuki dan Nyai Asyiah diketahui dikaruniai banyak anak, tetapi yang masih hidup hanya dua orang yakni Nyai Nadziroh dan Nyai Maftuhah.

Diketahui, Nyai Nadziroh menikah dengan KH Khalil bin Minhaji bin Marzuqi.

Sedangkan Nyai Maftuhah menikah dengan KH Jazuli Maliki bin yiai Sahri bin Marzuqi.

Halaman:

Tags

Terkini