jelajah

Peradaban yang Hilang! Kemunduran Kesultanan Jambi, Ditekan oleh Johor dan Dihapus Hindia Belanda

Kamis, 5 September 2024 | 10:00 WIB
Peradaban Kesultanan Jambi yang hilang. (X/ @Leonita_Lestari)

Sultan Abdul Kahar adalah arsitek di balik kejayaan ini.

Dengan ketajaman strateginya, ia menguasai perdagangan lada dan meraup keuntungan besar hingga 35 persen dari setiap penjualan.

Baca Juga: Mengenal Candi Ngempon Semarang, Konon Merupakan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dibuat Sekitar Abad ke-8

Sosoknya yang tegas dan kuat menolak tawaran kerjasama dengan VOC, perusahaan dagang Belanda yang mendominasi perdagangan di Asia pada masa itu.

Namun, perjalanan kejayaan ini tak selalu mulus. Pada abad ke-17, Jambi terlibat dalam perseteruan dengan Johor, memperebutkan kendali atas kawasan strategis Kuala Tungkal.

Konflik memanas hingga berubah menjadi pertempuran terbuka pada tahun 1671 hingga 1674, dengan kapal-kapal Jambi dan Johor saling serang di perairan masing-masing.

Baca Juga: Dari Prasasti Dinoyo ke Candi Badut! Menelusuri Jejak Kerajaan Kanjuruhan, Kerajaan Kuno di Jawa Timur yang Konon jadi Cikal Bakal Sejarah Kota Malang

Meskipun demikian, pada tahun 1681, kedua kerajaan ini memilih berdamai dan bersatu melawan musuh bersama mereka, Palembang.

Namun, ancaman dari VOC semakin mencekik Kesultanan Jambi.

Sultan Abdul Kahar, menyadari tekanan yang semakin besar, memutuskan untuk turun takhta dan menyerahkan kekuasaan kepada Sultan Agung.

Baca Juga: Napak Tilas Warisan Kerajaan Cirebon, Misteri di Balik Keraton Kasepuhan, Sumur Sumber Manfaat Ini Sampai Pernah Jadi Tempat Wudhu Wali Songo

Keputusan ini menandai awal dari kemunduran Kesultanan Jambi.

Pukulan telak datang pada masa pemerintahan Sultan Taha Syaifuddin, ketika ia dengan tegas menolak perjanjian yang diajukan oleh Belanda.

Pada tahun 1858, Belanda menyerang Jambi dan berhasil merebut istana.

Baca Juga: Misteri Candi Dermo yang Tersembunyi di Kawasan Sidoarjo, Gerbang Menuju Tempat Suci Kerajaan Majapahit?

Halaman:

Tags

Terkini