Pada Perang Diponegoro ini, Nyi Ageng Serang beserta anaknya Pangeran Serang II diberikan tugas untuk merebut bagian timur Jawa Tengah dan mulai menyerang di Pos Gambringan serta daerah Purwodadi.
Nyi Ageng Serang terkenal dengan serangan Hanoman atau menyerang secara diam-diam dimana ia akan berkamuflase dengan menggunakan daun keladi atau (lumbu) yang besar untuk menutupi diri dari musuh.
Perang Jawa atau Perang Diponegoro merupakan perang yang membuat Belanda kehilangan banyak harta bendanya hingga nyaris bangkrut, karena kehebatan Pangeran Diponegoro serta sosok di baliknya yaitu Nyi Ageng Serang.
Nyi Ageng Serang tercatat kedalam jajaran wanita Jawa perkasa yang ditulis oleh sejarawan asal Inggris Peter Carey dalam bukunya yang berjudul "Perempuan-Perempuan Perkasa di Jawa Abad ke-18 dan Abad ke-19".***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI