Menariknya, Kyai Abbas Buntet Cirebon ini berjuang melawan penjajah menggunakan tasbih, alu, lesung hingga bakiak dan menunjukkan karomah sang 'Macan dari Jawa Barat' yang luar biasa.
Baca Juga: Pondok Pesantren Tertua Kedua di Indonesia Ada di Semarang, Miliki Mushola Markas Medan Barat
Menurut para santri dan ulama terdahulu, cara Kyai Abbas berperang melawan penjajah di luar nalar dan sukar dilogikakan.
Konon, para santri saat itu melihat Kyai Abbas melibaskan sorbannya yang dilempar ke langit hingga menjatuhkan pesawat tentara sekutu Inggris. Kyai Cirebon itu juga dikisahkan dapat meruntuhkan pesawat hanya dengan tunjukan tongkatnya.
Dengan karomahnya yang luar biasa dan atas izin Allah SWT, Kyai Abbas Buntet Cirebon dapat menjatuhkan pesawat-pesawat tempur tentara Inggris hanya dengan melemparkan biji-biji tasbih.
Baca Juga: Pondok Pesantren Tertua Kedua di Indonesia Ada di Semarang, Miliki Mushola Markas Medan Barat
Selain itu, Kyai Abbas yang tengah ditodong senjata oleh para tentara sekutu di darat, memakai bakiak sebagai alat untuk menghalau peluru.
Sambil berdoa, beliau berdiri di depan halaman masjid lalu alu dan lesung yang ada di sekitar rumah-rumah warga desa berhamburan menyerang ke arah tentara sekutu hingga akhirnya berhasil pukul mundur pihak musuh.
Cucu dan Cicit Kyai Abbas menyebut adanya karomah dan peran besar Allah SWT saat kakeknya melawan penjajah. Kisah Kyai Abbas dinilai sebagai bukti bahwa kekuatan spiritual tinggi dapat mengalahkan kekuatan militer yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Dulunya Selalu Diarak saat Idul Adha, Kerangka Hewan dari Keraton Yogyakarta Ini Sekarang Ada di UGM
Usai pertempuran berakhir, Kyai Abbas terus mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada masyarakat hingga akhir hayatnya sebagai bagian dari dakwah dan perjuangan melawan imperialisme.
Kiai Abbas wafat pada tanggal 10 Agustus 2007 pada usia 85 tahun. Beliau menjadi sosok dan panutan bagi masyarakat terutama warga Cirebon, Jawa Barat yang bangga memiliki sosok ulama sakti seperti Kyai Abbas.
Atas jasanya yang berhasil pukul mundur para penjajah pada 10 November 1945, nama Kyai Abbas pun dikenang sebagai Pahlawan Nasional dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Salah satu peninggalan Kyai Abbas yang kini masih ada hingga sekarang adalah Pesantren Buntet di Cirebon yang merupakan pondok pesantren tertua di Indonesia.