SketsaNusantara.id - Mudik merupakan tradisi yang hingga saat ini masih dilakukan hingga saat in.
Mudik menjadi momen liburan dan bertemu dengan keluarga serta rehat dari aktivitas yang menyibukkan.
Tak heran jika mudik menjadi momen yang banyak ditunggu oleh orang-orang, terlebih bagi orang di perantauan.
Baca Juga: Cara Licik Belanda Menangkap Pangeran Diponegoro: Sampai Berpura-pura Lakukan Gencatan Senjata
Kira-kira tradisi mudik ini ada sejak kapan ya?
Dilansir SketsaNusantara.id dari video akun TikTok @gejapramono, ternyata mudik sudah ada sejak masa kolonial Belanda.
Kalau zaman sekarang kebanyakan orang mudiknya dari Jakarta ke tempat tinggalnya masing-masing.
Berbeda zaman kolonial Belanda ternyata mudiknya bukan dari Jakarta, melainkan dari Jogja Solo.
Mudik yang telah ada sejak masa Belanda ternyata dijadikan propaganda oleh perusahaan.
Yakni oleh perusahaan kereta Staatsspoorwegen (SS) yang merupakan cikal bakal dari lahirnya PT KAI.
Perusahaan SS membuat iklan yang menekankan bahwa mudik merupakan hal yang wajib dan mendorong masyarakat untuk naik kereta.
Pada awal abad 20, Jogja Solo merupakan tanah rantau bagi para pendatang.
Sehingga perusahaan SS memanfaatkan hal itu dengan membuat poster iklan propaganda.***
Artikel Terkait
Mengenal Korfball, Olahraga Favorit Pahlawan Jember, Letkol M Sroedji, yang Jadi Cabor di PON 2024, Buatan Belanda?
Makam Belanda Cantik Sejak Tahun 1800an di Surabaya, Bak Pemakaman Eropa dengan Nisan yang Unik
Sukarni Pahlawan Terlupakan Kelahiran Blitar yang Dipenjara Pemerintahan Bung Karno, Waktu Kecil Sering Gelut dengan Anak-Anak Belanda
Bukti Telah Menang dari Sejarah, 10 Kekuatan Pasukan Elit Indonesia Ini Mengalahkan Tentara Belanda, Kok Bisa?
Kisah Persahabatan M Sroedji dan dr. Soebandi dalam Patung di Jalan Hayam Wuruk, 2 Pahlawan Jember yang Dibantai Belanda
Di Mana Makam Kyai Modjo? Seorang Panglima Perang Diponegoro yang Menentang Kekuasaan Belanda, Cek Lokasinya...