jelajah

Apa Itu Geger Sepoy? Kisah Tragis Kraton Yogyakarta yang Legendaris, Konon karena Upaya Diplomasi yang Gagal

Kamis, 25 Juli 2024 | 21:24 WIB
Penampakan Prasasti Geger Sepoy (kebudayaan.jogjakota.go.id)


SketsaNusantara.id - Geger Sepoy, juga dikenal sebagai Geger Sepehi, adalah serangan pasukan Inggris terhadap Kraton Yogyakarta pada 19-20 Juni 1812.

Peristiwa ini dimulai saat Inggris mulai mengukuhkan kekuasaannya di Jawa pada tahun 1811 di bawah pimpinan Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles.

Raffles bertujuan untuk mengamankan Jawa dari ancaman Perancis dan Belanda serta mengirimkan residen-residen untuk memperluas pengaruh Inggris, termasuk ke kerajaan-kerajaan di pulau tersebut.

Baca Juga: Sosok Tololiu Herman Willem Dotulong, Pernah Ukir Sejarah dalam Perlawanan Perang Diponegoro, Antek-Antek Belanda?

Namun, Sultan Hamengkubuwono II bersama Sunan Pakubuwono IV menentang kedatangan Inggris.

Setelah upaya diplomasi gagal, Raffles memutuskan untuk menyerang Kasultanan Yogyakarta.

Serangan inilah yang kemudian dikenal sebagai Geger Sepoy karena banyaknya pasukan Inggris dari Brigade Sepoy (pasukan India yang direkrut oleh Inggris).

Dilansir SketsaNusantara.id dari kebudayaan.jogjakota.go.id, serangan Geger Sepoy ini dimulai pada 18 Juni 1812 dengan artileri Inggris menembaki benteng Baluwerti.

Baca Juga: Kisah Raden Ario Majang Koro: Orang Madura Pertama yang Jadi Kolonel Hindia Belanda, Ternyata Dulunya Punya Kehidupan Seperti Ini...

Selama dua hari pertempuran sengit terjadi di luar benteng Baluwerti.

Pada subuh 20 Juni 1812, pasukan Inggris berhasil menembus pertahanan Kraton Yogyakarta melalui Plengkung Tarunasura, Nirbaya, dan Alun-Alun Utara.

Sultan Hamengkubuwono II ditangkap bersama para panglima yang tersisa, dan keraton diserbu dengan besar-besaran, mengakibatkan hilangnya harta benda dan kekayaan intelektual.

Hasil dari Geger Sepoy adalah perubahan signifikan dalam tatanan politik Kasultanan Yogyakarta.

Hamengkubuwono II diasingkan dan digantikan oleh putranya, Hamengkubuwono III, yang diangkat oleh Inggris.

Baca Juga: Terbongkar Sosok Nenek Moyang Prabowo Subianto, Pernah Terlibat Pasukan Perang Sampai Culik Diponegoro?

Halaman:

Tags

Terkini