jelajah

Makna Filosofis Bubur Sumsum, Jadi Simbol Ucapan Terima Kasih dalam Tradisi Jawa?

Rabu, 24 Juli 2024 | 14:15 WIB
Makna Filosofis Bubur Sumsum (Instagram @tintinrayner_athome)

SketsaNusantara.id - Bubur sumsum atau jenang sumsum merupakan kuliner khas nusantara bercita rasa gurih manis.

Sebagaimana makanan khas lainnya, bubur sumsum juga memiliki filosofi dalam tiap penyajiannya.

Berdasarkan asal-usulnya, Bubur Sumsum diketahui berasal dari Pulau Jawa, Khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Jadi Makanan Pokok Para Pejuang, Ini 5 Kuliner Khas Indonesia yang Disajikan saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI

Bubur ini biasanya disajikan saat upacara adat oleh masyarakat Jawa hingga saat ini. Seperti upacara pernikahan atau khitanan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Badan Bahasa Kemendikbud, bahan pembuatan Bubur Sumsum cukup sederhana. Hanya butuh tepung beras, gula merah dan santan.

Bagi masyarakat Jawa, setiap makanan yang disajikan dalam upacara adat memiliki makna filosofis tersendiri.

Baca Juga: Melegenda Sejak Tahun 1915, Favorit Warga Belanda? Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk Makin Maknyus Disantap Saat Hangat

Seperti Bubur Sumsum. Warna putih dari kuliner berbahan tepung beras ini bermakna kesucian.

Sedangkan rasa manis dari juruh (rebusan gula merah) punya arti kesejahteraan.

Selain itu, Bubur Sumsum juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar masyarakat.

Baca Juga: Sejak Tahun 1980! Kuliner Legendaris Rujak Cingur Mak Tun Malang, Uniknya Dipungkasi dengan Kuah Kolak Santan yang Lekoh...

Contohnya saat mengadakan hajatan atau pesta pernikahan. Masyarakat biasanya saling bantu untuk memasak atau mempersiapkan seluruh prosesi hajatan.

Bubur Sumsum ini kemudian dibagikan kepada rewang (orang yang sudah membantu terlaksananya hajatan) sebagai bentuk terimakasih.

Halaman:

Tags

Terkini