Mbah Mangun Irono dengan telaten membuat Kipo dan menjajakannya di Jalan Mondorakan yang saat itu merupakan Pasar Tiban. Berkat konsistensinya, Kipo bisa terus eksis dan masih dijual hingga saat ini.
Usaha jualan Kipo diwariskan turun temurun oleh Mbah Mangun Irono. Melalui anaknya yang bernama Ibu Paijem Djito Suhardjono, kue kipo yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat kelas bawah perlahan mulai menarik perhatian khalayak luas.
Ibu Djito pun mengenalkan jajanan tradisional kipo dengan mengikuti pameran dan lomba makanan hingga Kipo bisa dikenalkan secara luas hingga ke Ibukota Jakarta.
Hingga saat ini usaha kue kipo masih terus berlanjut dan dilestarikan masyarakat sekitar. Seiring perkembangan zaman, pemerintah terus membuat inovasi untuk menjaga eksistensi jajanan tradisional kipo.
Usaha pembuatan jajanan tradisional kue Kipo juga termasuk sebagai obyek wisata kuliner, serta dijadikan suguhan berbagai pertemuan di berbagai kalangan masyarakat yang ada di Kota Yogyakarta.
Legitnya Kipo menjadikan makanan khas Kotagede ini dikenal khalayak luas dan mampu membangun kegiatan ekonomi kreatif yang produktif serta berperan dalam pengembangan wisata kuliner di Yogyakarta.***