SketsaNusantara.id - Saat Pangeran Diponegoro berjuang melawan penjajah, beliau sering membawa bekal camilan yang dikenal sebagai Yangko.
Kini, Yangko telah berkembang menjadi oleh-oleh kekinian dengan berbagai bentuk dan rasa yang menarik.
Ketika berkunjung ke Yogyakarta, salah satu kegiatan wajib adalah membeli oleh-oleh khas daerah ini.
Baca Juga: 7 Kuliner Khas Yogyakarta yang Legendaris, Penggemarnya Tidak Pernah Surut Bahkan Sampai Sekarang
Kudapan manis tidak boleh terlewatkan, dan Yangko adalah salah satu pilihan favorit.
Kue berbahan dasar tepung ketan dengan isian kacang tanah ini mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di Jogja.
Yangko, kudapan manis khas Yogyakarta, sering disamakan dengan Mochi karena sama-sama memiliki tekstur kenyal, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube DINAS KEBUDAYAAN KOTA YOGYAKARTA.
Konon, Yangko adalah transformasi dari Mochi Semarang yang dibawa oleh orang Tionghoa ke Yogyakarta.
Meski bahan dan proses pembuatan Yangko dan Mochi serupa, Yangko memiliki isian kacang tanah dan adonan yang dibuat bertumpuk dengan cetakan.
Menurut sejarah, Yangko adalah camilan kesukaan Sultan Agung pada masa Mataram Kuno.
Di antara makanan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Yangko adalah salah satu yang masih bertahan hingga kini.