SketsaNusantara.id - Selain terkenal dengan berbagai peninggalan dan sejarah wali songo seperti Menara Kudus dan Gunung Muria, Kota Kudus juga terkenal dengan kulinernya yakni Soto Kudus.
Selain di Kota Kudus, soto ini juga bisa ditemukan di beberapa daerah lainnya karena kepopulerannya yang memiliki rasa segar dan tentu saja enak.
Soto kudus menggunakan bahan utama berupa daging kerbau dan cara penyajiannya khas dengan kuah kuning yang terdiri dari berbagai ragam rempah-rempah.
Selain itu, Soto Kudus biasanya dimakan bersama lauk pauk lainnya seperti jeroan, perkedel, dan kerupuk kulit kerbau.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal youtube @Dbroadcasting21, Soto Kudus tidak hanya berperan sebagai ikon kuliner khas Kudus, namun juga terkenal dengan simbol toleransi antar umat beragama.
Penciptaan Soto ini berasal dari Kota Kudus yang memahami dan menghormati bahwa kebanyakan masyarakat di Kudus pada masa itu menganut agama Hindu.
Pada ajarah Hindu terdapat "Ahimsa" yang merupakan istilah yang berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya anti kekerasan.
Ajaran itu memberitahu bahwa manusia tidak boleh menyakiti atau membunuh mahluk hidup, khususnya sapi.
Sapi dalam agama hindu adalah salah satu hewan suci dan dikeramatkan yang merupakan lambang dari semua hewan ternak di alam semesta.
Meskipun sapi adalah hewan yang halal dimakan oleh umat Islam, namun Sunan Kudus melarang para pengikutnya untuk menyembelih sapi.
Hal itu sebagai bentuk menghormati masyarakat yang menganut agama Hindu dan juga toleransi antar umat beragama.