jelajah

Wedang Jamu Coro, Masih Lestari Sejak Kasultanan Bintoro, Demak, Disimpan dan Disajikan dengan Cara Unik

Selasa, 16 Juli 2024 | 20:45 WIB
Wedang Jamu Coro, minuman tradisonal khas Demak, Jawa Tengah (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Wedang jamu coro merupakan salah satu dari berbagai jenis minuman tradisional di Indonesia.

Tiap daerah di Nusantara memang memiliki sajian khas tersendiri.

Salah satunya Jamu Coro, minuman tradisional dari Demak, Jawa Tengah.

Baca Juga: Mulai Langka, Begini Cara Buat Kupat Ketheg, Kuliner Warisan Sunan Giri yang Cuma Ada di Gresik

Nama Coro sendiri bukan berasal dari nama hewan, tapi merupakan istilah dalam bahasa jawa yang berarti cara atau kaidah.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id, Jamu Coro konon sudah ada sejak Kasultanan Bintoro.

Minuman ini biasanya disajikan dalam pertemuan atau acara di keraton Demak.

Baca Juga: Asal-usul Sego Jangkrik, Kuliner Kesukaan Sunan Kudus yang Isinya Bukan Pakai Jangkrik, tapi Daging...

Jamu coro ini biasanya dinikmati selagi hangat. Makanya banyak yang menyebut jamu coro sebagai wedang jamu coro.

Untuk membuatnya pun tak sulit. Hanya butuh tepung beras dan beberapa macam rempah seperti kayu manis, serai, jahe, santan dan gula merah.

Rasanya manis gurih dan hangat, perpaduan jahe, santan dan gula merah.

Baca Juga: Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India 

Untuk mendapatkan Jamu Coro tidak terlalu sulit. Masyarakat Demak masih melestarikannya hingga saat ini.

Setiap pagi, penjual Jamu Coro biasanya menjajakan dagangannya dengan berkeliling di kampung-kampung atau pasar.

Halaman:

Tags

Terkini