SketsaNusantara.id - Peringatan setiap suku berbeda-beda tergantung tradisi masing-masing, tak terkecuali Tionghoa ini.
Di suku Tionghoa terdapat tradisi unik yang juga masih dijalankan hingga saat ini secara turun temurun.
Tradisi ini ada hubungannya dengan makanan dan juga telur yang diperingati setiap tahunnya.
Baca Juga: Mulai Langka, Begini Cara Buat Kupat Ketheg, Kuliner Warisan Sunan Giri yang Cuma Ada di Gresik
Tradisi ini bernama Hari Raya Peh Cun yang dilakukan pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek.
Dilansir SketsaNusantara.id dari video akun TikTok @gejapranomo, pada tanggal tersebut diperingati sebagai hari makan bakcang dan mendirikan telur setiap jam 12 siang.
Hal ini bermula dari dulu pernah hidup menteri yang jujur dan setia di samping para pejabat yang suka memfitnah dan mabuk-mabukan.
Para pejabat ini memfitnah menteri yang jujur dan setia ini yang bahkan juga menghasut raja untuk mengusirnya.
Menteri yang jujur dan setia ini pun kecewa karena raja lebih mendengarkan fitnahan daripada kesetiaannya.
Yang mana warga juga melihat dan menyaksikan kejujuran dan kesetiaannya ketika menjabat.
Kesedihannya semakin hari semakin menjadi-jadi sehingga ia menceburkan dirinya ke sungai.
Para nelayan panik dan mencari-cari tubuhnya tetapi berhari-hari tidak ketemu.
Para nelayan menggunakan perahu naga karena dipercaya sang naga dapat membantunya mencari tubuh menteri tersebut.