jelajah

Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa

Sabtu, 6 Juli 2024 | 17:30 WIB
Sejarah Kalender Jawa mahakarya Sultan Agung (kratonjogja.id)

Penggabungan 2 sistem kalender ini membuat Kalender Jawa sebagai salah satu kalender paling rumit di dunia.

Sistem Kalender Jawa menggunakan 2 siklus hari yakni siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari dan siklus pancawara yang terdiri dari 5 hari.

Baca Juga: Apa Itu Jamasan Pusaka Malam 1 Suro di Solo? Ini 4 Fakta Tradisi Masyarakat Jawa dan Ada Tahapan Penting Nggak Boleh Ngawur

Siklus tujuh hari (saptawara) ini sewaktu dengan siklus mingguan dalam Kalende Masehi.

Sementara siklus pancarawa terdiri dari Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage.

Tak hanya siklus harian, Kalender Jawa juga memiliki siklus bulanan yang terdiri dari 12 bulan.

Baca Juga: 5 Fakta Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kesultanan Mataram yang Gigih Melawan VOC, Punya Nama Asli...

Nama-namanya diserap dari bahasa Arab namun disesuaikan dengan cara berbicara masyarakat Jawa.

Sementara itu siklus tahunan dalam Kalender Jawa dikenal juga dengan Windu atau siklus delapan tahun.

Kalender Jawa sendiri mulai diterapkan pada 1 Sura tahun 1555 Saka yang bersamaan dengan 1 Muharram 1043 Hijriah atau 8 Juli 1633 Masehi.

Baca Juga: Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor

Menariknya, Sultan Agung tidak memulai penanggalan Jawa dari Tahun Islam, melainkan meneruskan penghitungan dari Tahun Saka.

Hasilnya, tahun baru dalam kalener Jawa selalu bertepatan dengan tahun baru Islam.

Sehingga ketika umat Islam merayakan tahun baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah yang jatuh pada 7 Juli 2024, bertepatan dengan 1 Suro 1958 Tanggalan Jawa.***

Halaman:

Tags

Terkini