SketsaNusantara.id - Tradisi masyarakat Jawa identik dengan datangnya bulan Suro atau awal tahun kalender Saka.
Malam 1 Suro merupakan hari yang dianggap sakral dan keramat bagi masyarakat Jawa, seperti Surakarta atau Solo dan Yogya.
Ada banyak tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa untuk menyambut datangnya bulan Suro atau awal tahun kalender Jawa.
Salah satu tradisi masyarakat Jawa khuusnya di Solo atau Surakarta saat malam 1 Suro yaitu jamasan pusaka.
Di Keraton Kasunanan Surakarta atau Solo tradisi jamasan pusaka rutin dilakukan setiap malam 1 Suro.
Sebagai bentuk tradisi dan meestarikan budaya leluhur, jamasan pusaka sudah dilakukan secara turun-temurun dan berumur ratusan tahun.
Baca Juga: Amalan Malam 1 Suro, Kata Gus Iqdam Bikin Hidup Jadi Lebih Glowing: Cukup Minum 1 Gelas Saja
Tidak bisa dilewatkan, tradisi jamasan pusaka jadi salah satu rangkaian penting Keraton Kasunanan Surakarta.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman Pemerintah Kota Surakarta, surakarta.go.id, kata tradisi Jamasan Pusaka terdiri 2 kata yang punya makna Bahasa Jawa Kraa Inggil.
'Jamasan' memiliki makna mencuci, memandikan, atau membersihkan. 'Pusaka' memiliki makna benda yang dianggap keramat.
Baca Juga: 4 Larangan Malam 1 Suro, Malam Topo Bisu Penuh Sakral dan Pantangan, Jangan Dilanggar Bahaya
Ada banyak jenis pusaka yang dimiliki masyarakat Jawa, seperti keris hingga tombak.
Jamasan Pusaka memiliki makna sebagai bentuk mensucian benda-benda pusaka warisan leluhur agar tetap terawat dan bersih.