jelajah

Jejak Akulturasi Hindu, Jawa dan Islam pada Masjid Tertua di Solo, Dibangun Leluhur Mataram Islam Berdarah Majapahit

Kamis, 4 Juli 2024 | 21:00 WIB
Masjid Laweyan, masjid tertua di Solo (Tangkapan layar YouTube HISTORY OF JAVA)

Ia kemudian bersahabat dengan Ki Ageng Henis yang kala itu menjabat sebagai penasehat spiritual Sultan Hadiwijaya dari Kerajaan Pajang.

Baca Juga: Prasasti Muktisari dan Kranjingan Ditemukan Berangka Tahun 989 Saka, Bukti Peradaban di Jember Lebih Tua dari Majapahit?!

Keduanya kerap berdiskusi tentang agama hingga akhirnya Ki Beluk memeluk Islam.

Dikutip SketsaNusantara.id dari situs resmi Pemerintahan Kota Surakarta, Ki Beluk kemudian mewakafkan tempat peribadatan tersebut untuk menjadi masjid.

Beberapa arsitektur di Masjid ini juga menjadi simbol akulturasi budaya Hindu-Islam juga jawa.

Struktur bangunannya tak jauh beda dengan masjid tradisional Jawa dengan atap berbentuk tajuk bersusun dengan 3 serambi beratap limasan.

Masjid Laweyan juga memiliki 3 pintu yang melambangkan tiga kunci agama, iman, islam dan ihsan.***

Halaman:

Tags

Terkini