Pagelaran pertama adalah Kricak Lor Negoro yang dilaksanakan secara berkala. Kegiatan ini menampilkan beragam seni tradisional.
Agenda kedua adalah peringatan Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta. Pagelaran seni digelar sebagai bentuk partisipasi warga kampung.
Selain seni budaya, Kelurahan Kricak juga memiliki potensi ekonomi kreatif. Terdapat dua sentra industri rumahan yang aktif beroperasi.
Sentra Jamu Gendong menjadi salah satu unggulan di wilayah tersebut. Produksi jamu dilakukan oleh pelaku usaha lokal.
Selain itu, terdapat Sentra Kuliner yang mengolah berbagai produk makanan. Aktivitas ini melibatkan warga sekitar secara langsung.
Keberadaan sentra industri rumahan mendukung aktivitas wisata kampung. Wisatawan dapat mengenal produk lokal secara langsung.
Fasilitas pendukung kesenian juga tersedia di wilayah Kelurahan Kricak. Sarana tersebut digunakan untuk latihan dan pertunjukan.
Pengembangan potensi dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Berbagai kegiatan berbasis budaya terus dijalankan.
Kampung Wisata Kricak menjadi contoh pengelolaan wisata berbasis komunitas. Unsur alam, budaya, dan ekonomi berjalan berdampingan.
Dengan kombinasi wisata air, seni tradisi, dan industri rumahan, Kricak menjadi destinasi alternatif di Kota Yogyakarta.
Kegiatan budaya yang rutin digelar menjadi bagian dari identitas kampung. Aktivitas tersebut sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi lokal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!