SketsaNusantara.id - Kebudayaan Betawi selalu memiliki daya tarik yang istimewa. Mulai dari bahasa, kesenian, adat-istiadat hingga kuliner.
Salah satu warisan budaya Betawi yang populer hingga kini di antara ragam kekayaan lainnya berupa kuliner yakni Kerak Telor.
Menjadi favorit masyarakat maupun wisatawan, Kerak Telor memiliki sejarah yang unik di balik kelezatannya.
Salah satu ikon pariwisata Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta ini mudah ditemui di kawasan wisata atau di warung-warung makan khas Betawi.
Berikut beberapa informasi menarik tentang Kerak Telor.
1. Sejarah Penemuan
Dikutip SketsaNusantara.id dari jurnal penelitian yang berjudul “Kerak Telor: Kuliner Khas Ibu Kota Jakarta (Betawi)” oleh Yudhiet Fajar Dewantara, kuliner ini ditemukan secara tidak sengaja.
Baca Juga: Soto Sampah Jogja, Kuliner Unik yang Namanya Aneh tapi Rasanya Juara Sejak 1970-an
Kuliner yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini ditemukan oleh sekawanan orang Betawi yang tinggal di kawasan Menteng.
Pada saat itu, Jakarta yang masih bernama Batavia banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa sehingga masyarakat Betawi melakukan coba-coba untuk mengolah buah kelapa.
2. Dijajakan di Monas
Seiring perkembangannya, pada 1970 kuliner yang menjadi simbol pergaulan harmonis ini mulai dijajakan di sekitar kawasan Tugu Monumen Nasional.