jelajah

Go Green! 7 Kemasan Makanan Tradisional Khas Indonesia Ini Ramah Lingkungan, Berbahan Alami hingga Cerminkan Kearifan Lokal

Jumat, 17 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Penggunaan daun pisang sebagai wadah makanan tradisional (Unsplash.com/Mufid Majnun)

Daun pisang menjadi salah satu kemasan tradisional yang populer digunakan masyarakat Indonesia.

Terbukti dari banyaknya kuliner yang menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya seperti lontong, nasi bakar, lemper, nagasari hingga arem-arem.

Keunggulan daun pisang selain murah dan mudah didapat juga dapat memberikan aroma harum dan mencegah makanan cepat basi karena bersifat antibakteri.

Baca Juga: 6 Minuman Tradisional Khas Nusantara dari Berbagai Daerah, Menyegarkan dan Kaya Manfaat, Terbuat dari Jahe hingga Daun Kopi

3. Daun Jati

Penggunaan daun jati sebagai pembungkus makanan banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Memilih daun jati untuk dijadikan pembungkus makanan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Daun jati harus dipilih dari daun jati muda yang hanya tumbuh 2 minggu dari pohon, berwarna hijau muda dan tidak berlubang.

Penggunaan daun jati yang benar dapat memberikan aroma harum yang khas sebagai pembungkus makanan.

Salah satu makanan yang menggunakan daun jati sebagai pembungkus yakni Nasi Jamblang yang popuper di wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Gambang Kromong, Kesenian Tradisional Betawi dengan Unsur Budaya Tionghoa, Sunda, dan Jawa, Lestari hingga Kini

4. Daun Talas

Tidak terlalu populer di kalangan masyarakat, daun talas kerap dijadikan pembungkus makanan di daerah Sumatra.

Tekstur daun talas yang kuat menjadi alasan mengapa daun tanaman ini digunakan sebagai kemasan.

Namun pemilihan daun talas tidak boleh sembarangan. Daun talas yang digunakan disarankan yang sudah tua dengan diameter 15-20 cm.

Halaman:

Tags

Terkini