jelajah

6 Tradisi Malam 1 Suro Masyarakat Jawa: Ada Pawai Obor hingga Kirab Kebo Bule Keraton Surakarta, di Tatar Sunda Lakukan Ini

Selasa, 24 Juni 2025 | 20:15 WIB
Potret Kebo Bule Kyai Slamet dalam tradisi Kirab Malam 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta. (Instagram.com/@kraton_solo)

Bukan hanya Kebo Bule saja, di belakangnya juga ada sejumlah pusaka Kyai Slamet yang ikut dalam barisan kirab.

2) Masyarakat Gunung Kawi

Seperti dikutip dari laman Kemendikbud RI, warisanbudaya.kemdikbud.go.id pada 5 Juli 2024, tradisi malam 1 Suro juga dilakukan masyarakat Gunung Kawi, Kepanjen, Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: Berlokasi di Jalan Utama Lumajang dan Berdiri sejak 1988, Pasar ini Punya 5 Fakta Istimewa yang Bersejarah

Terdapat sebuah upacara adat yang dilakukan pada malam 1 Suro atau menyambut datangnya bulan Muharram tanda datangnya Tahun Baru Islma.

Terdapat simbol atau ungkapan makna di dalamnya yaitu sebuah kegembiraan masyarakat atas datangnya Tahun Baru Hijriah serta wujud penghormatan untuk para leluhur.

3) Tapa bisu mubeng benteng Keraton Yogyakarta

Tradisi malam 1 Suro berikutnya yaitu Tapa Bisu Mubeng Beteng yang dilakukan abdi dalem dan masyarakat sekitar Keraton Yogyakarta.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Pasar Tradisional di Lumajang yang Luasnya Seukuran 2 Lapangan Bola, Ada 660 Pedagang dan Ratusan Kios

Maksud dari tapa bisu mubeng benteng yaitu melakukan kegiatan memutari pagar yang mengelilingi Keraton Yogyakarta tanpa mengeluarkan suara atau membisu.

4) Jamasan Pusaka masyarakat Jawa

Selain upacara adat terdapat tradisi masyarakat Jawa di malam 1 Suro khususnya kolektor benda pusaka.

Kelompok masyarakat ini melakukan pejamasan atau pencucian pusaka seperti keris dan sejenisnya.

Baca Juga: 5 Fakta Dakwah Islam Sunan Kalijaga yang Ternyata Sangat Cerdik dan Tanpa Kekerasan

Pencucian benda pusaka ini sebagai bentuk refleksi membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilalui sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini