Bukan hanya Kebo Bule saja, di belakangnya juga ada sejumlah pusaka Kyai Slamet yang ikut dalam barisan kirab.
2) Masyarakat Gunung Kawi
Seperti dikutip dari laman Kemendikbud RI, warisanbudaya.kemdikbud.go.id pada 5 Juli 2024, tradisi malam 1 Suro juga dilakukan masyarakat Gunung Kawi, Kepanjen, Malang, Jawa Timur.
Terdapat sebuah upacara adat yang dilakukan pada malam 1 Suro atau menyambut datangnya bulan Muharram tanda datangnya Tahun Baru Islma.
Terdapat simbol atau ungkapan makna di dalamnya yaitu sebuah kegembiraan masyarakat atas datangnya Tahun Baru Hijriah serta wujud penghormatan untuk para leluhur.
3) Tapa bisu mubeng benteng Keraton Yogyakarta
Tradisi malam 1 Suro berikutnya yaitu Tapa Bisu Mubeng Beteng yang dilakukan abdi dalem dan masyarakat sekitar Keraton Yogyakarta.
Maksud dari tapa bisu mubeng benteng yaitu melakukan kegiatan memutari pagar yang mengelilingi Keraton Yogyakarta tanpa mengeluarkan suara atau membisu.
4) Jamasan Pusaka masyarakat Jawa
Selain upacara adat terdapat tradisi masyarakat Jawa di malam 1 Suro khususnya kolektor benda pusaka.
Kelompok masyarakat ini melakukan pejamasan atau pencucian pusaka seperti keris dan sejenisnya.
Baca Juga: 5 Fakta Dakwah Islam Sunan Kalijaga yang Ternyata Sangat Cerdik dan Tanpa Kekerasan
Pencucian benda pusaka ini sebagai bentuk refleksi membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilalui sebelumnya.