jelajah

Menilik Cerita Dibalik Sate Kere, Makanan Khas Nusantara Hasil Limbah Rumah Jagal di Zaman Hindia Belanda

Jumat, 18 April 2025 | 11:00 WIB
Cerita sate kere yang merupakan makanan khas dari Solo dari zaman penjajahan. (Instagram/@kulinerdisolo)

Setelah direndam, sate kere dibakar dengan bakaran tradisional dengan bahan arang menambah aroma bakar yang khas pada sate tersebut.

Baca Juga: Ngeri! Pelajar 13 Tahun Jatuh dari Wahana Pendulum 360 di Jatim Park 1, Terlempar hingga Alami Patah Tulang

Bumbu yang dipakai untuk rendaman dan baluran sate kere terdiri dari bawang putih, merica, ketumbar, gula jawa, hingga garam.

Untuk satu porsi sate kere umumnya berisi 5 tusuk sate lengkap dengan sambal pedas dan manis yang biasa digunakan sebagai kuah rujak dan juga bisa memilih dengan sambel kacang.

Selain itu, sate kere di biasa disajikan dengan ketupat atau kupat sayur

Baca Juga: Hidden Gem di Purworejo Jateng! Warung Sop Pak Mamik di Baledono yang Legendaris Sejak 1965, Ada Hal Unik di Rumah Makan Satu Ini

Berbagai macam penjual yang menghidangkan sate kere dapat ditemukan di Solo, salah satunya adalah warung Sate Kete Mak Narti.

Warung Sate Kere Mak Narti berlokasi di Jl. Sutan Syahrir No.97, Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Sebagai informasi, jam buka untuk warung sate kere Mak Narti diketahui mulai dari pukul 20:30 hingga 01:00 WIB.

Soal harga, satu tusuknya dihargai mulai Rp2000 hingga Rp6000, perbedaan harga tergantung dari jenis dan banyaknya pembelian.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini