jelajah

Berdiri Sejak Zaman Belanda, Masjid Baitul Amien Jember Punya Arsitektur Unik dan Sarat Makna, Dulu Dibangun dari Botol dan Gabah Sumbangan Warga

Jumat, 18 April 2025 | 07:53 WIB
Potret Majid Jami' Al Baitul Amien dengan desain bangunan unik yang jadi tempat ibadah ikonik kebanggan masyatakat Jember, Jawa Timur (Instagram/raiswidianto)

SketsaNusantara.id - Masjid Jami Al Baitul Amien merupakan salah satu landmark religi dan lanskap bersejarah yang berdiri megah di jantung Kota Jember.

Keunikan arsitektur bangunannya yang menyerupai Gedung DPR/MPR RI di Jakarta membuat masjid ini kerap jadi sorotan.

Berdiri megah dengan tujuh kubah dan satu menara, masjid ini menjadi ikonik kebanggaan warga Jember.

Baca Juga: 5 Keunikan Masjid Ashabul Kahfi Perut Bumi Al-Maghribi Tuban: Gaya Arsitektur Keren, Letaknya Bukan di Permukaan Tanah tapi...

Bahkan, Masjid Baitul Amien terpilih sebagai tempat ibadah percontohan daerah secara nasional, mewakili Provinsi Jawa Timur.

Terletak di Jalan Sultan Agung, Jember Lor, Kecamatan Patrang, Masjid Baitul Amien ini berada di sisi barat Alun-Alun Jember, yang digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.

Di balik kemegahannya, terdapat kisah unik dari sejarah pembangunan masjid ini termasuk bentuk arsitektur unik yang ternyata memiliki makna filosofis mendalam.

Baca Juga: Viral, Masjid di Sulawesi Selatan Ini Punya Cara Unik untuk Para Jamaah yang Sholat Tarawih Ramadhan 2025, Ada Undian Gratis Barang-Barang Mewah!

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi Masjid Al Baitul Amien, tidak ada catatan pasti soal kapan masjid ini pertama kali didirikan.

Namun, terdapat dokumen peninggalan zaman kolonial Belanda yang menyebutkan bahwa bangunan masjid itu berdiri di atas tanah seluas 2.760 meter persegi sejak 19 Desember 1894.

Tercatat masjid ini pernah direnovasi pertama kali pada tahun 1939. Kemudian pada tahun 1958 Ketua DPRD Gotong Royong Jember berinisiatif merenovasi masjid dengan mengumpulkan botol bekas.

Baca Juga: Masjid Kuno Beratap Pelepah Daun Sagu di Maluku Ini Telah Berumur 7 Abad, Konon Bisa Berpindah Secara Gaib...

Hasil penjualan botol bekas dari warga digunakan untuk perbaikan masjid yang kemudian terulamg pada tahun 1973.

Kala itu, Bupati Abdul Hadi memimpin pembangunan masjid baru, dengan partisipasi dari rakyat yang turut menyumbang 11.000 ton gabah.

Halaman:

Tags

Terkini